Grounbreaking PSN Kelapa dan Pala di Malteng, PTPN Klaim Bakal Serap 300 Ribu Butir Kelapa per Hari
Mesya Marasabessy April 29, 2026 12:52 PM

‎Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MALTENG, TRIBUNAMBON.COM - Groundbreaking atau peletakan batu pertama Proyek Strategis Nasional (PSN) kelapa dan pala di wilayah Liang Awaya, Kabupaten Maluku Tengah resmi berlangsung, Rabu (29/4/2026).

‎Hadir pada acara Groundbreaking tersebut Gubernur Maluku dan jajaran, Bupati Maluku Tengah dan jajaran, Direktur Utama PTPN I dan jajaran, serta para Forkopimda Provinsi Maluku dan Forkopimda Maluku Tengah. 

‎Dalam sambutannya, Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas menyatakan bahwa serapan kelapa per hari ditargetkan mencapai 300 ribu butir.

‎Sementara komoditi pala serapannya ditargetkan mencapai 2.300 ton per tahun. 

‎"Khusus komoditi kelapa, tentu sesuai amanat pemerintah bahwa akan dibangun lima pabrik kelapa yang tersebar, dan dimulai di Maluku ‎dengan kapasitas 300 ribu butir per hari. Pala kapasitas 2.300 ton per tahun," ujar Teddy.

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Maluku Rabu 29 April 2026: Sebagian Wilayah Hujan Ringan dan Berawan

Baca juga: Dermaga Feri Airnanang Tak Terawat, Dishub SBT Sebut Terkendala Kewenangan dan Anggaran

‎Dikatakan, hilirisasi perkebunan yang dilakukan saat ini ialah perwujudan Asta Cita ke-5 presiden yaitu melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah.

‎"Tentu program hilirisasi serentak seluruh Indonesia diresmikan langsung oleh Presiden melalui sarana daring," ujar Teddy.

‎Teddy menyampaikan, program hilirisasi fase II adalah program yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditi kelapa dan pala di Indonesia.

‎Dengan potensi yang cukup besar, maka masyarakat diberikan peluang untuk menyuplai bahan baku baik kelapa ataupun pala.


‎"Karena kita tahu penghasil kelapa terbesar di dunia ada di Indonesia dan Philipina, dan di Indonesia salah satunya di Maluku. 3 negara penghasil pala terbesar salah satunya ada di Indonesia yaitu di Banda," tukasnya.

‎Dengan target serapan kelapa 300 ribu kelapa per hari dan ribuan ton pala per tahun, maka ekuivalennya sama dengan 6.500 hektar, dan akan ditingkatkan sesuai bahan baku yang ada.

‎"Selama ini masyarakat menjual mentah, dan termahal Rp 10 ribu. Namun  dengan kehadiran pabrik pengolahan ini masyarakat bisa meningkatkan pendapatan mereka dan kesejahteraan," tandas Teddy. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.