Desa Kembang Kini Menyala, Bawa Semangat Transisi Energi hingga Pelosok
Eflin Rote April 29, 2026 11:45 AM

POS-KUPANG.COM, NGADA – Secercah harapan baru menyinari Desa Kembang, Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada. Penantian panjang warga untuk menikmati akses energi listrik akhirnya terjawab.

Melalui tahap commissioning test yang dilakukan oleh  PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan ( PLN UP2K) Flores pada Rabu (15/4).

Jaringan listrik desa (lisdes) resmi hadir, menandai langkah maju desa tersebut dalam peta pemerataan energi nasional.

Kehadiran listrik ini bukan sekadar urusan kabel dan tiang, melainkan sebuah transformasi peradaban.

Momentum ini disyukuri warga dengan ritual adat pemotongan ayam sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, sebuah harmoni antara kearifan lokal dan kemajuan infrastruktur.

Kepala Desa Kembang, Florianus Mangung, mengungkapkan listrik adalah kunci yang membuka belenggu keterbatasan.

"Listrik bukan hanya soal lampu yang menyala, tapi tentang martabat dan masa depan. Anak-anak kami kini bisa belajar di malam hari dengan tenang, dan kami bermimpi usaha-usaha kecil di desa ini bisa tumbuh mandiri," tuturnya dengan penuh syukur.

Hadirnya listrik di wilayah pelosok NTT ini juga menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam pemerataan akses energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan, menggantikan penggunaan lampu minyak atau generator mandiri yang tinggi emisi dan biaya.

Baca juga: Listrik untuk Hidup yang Lebih Baik: PLN Sumba Timur Ajak Warga Desa Laitaku Tinggalkan Calo

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menekankan bahwa penyambungan listrik ke Desa Kembang adalah bagian dari komitmen besar PLN dalam mendorong transisi energi yang berkeadilan.

"Kami tidak hanya membangun jaringan, tetapi kami sedang membangun fondasi bagi masa depan hijau di NTT. Masuknya listrik PLN ke desa-desa terpencil seperti Desa Kembang adalah langkah nyata transisi energi—mengalihkan ketergantungan warga dari energi fosil yang mahal ke sistem kelistrikan PLN yang lebih terintegrasi dan efisien," ujar Eko.

Eko menambahkan dengan listrik yang andal, masyarakat kini memiliki infrastruktur dasar untuk mengadopsi teknologi yang lebih bersih di masa depan.

"Ini adalah bagian dari misi kami mencapai target Net Zero Emission. Listrik yang hadir hari ini adalah energi yang akan menggerakkan ekonomi desa secara berkelanjutan," tegasnya.

Manager PLN UP2K Flores, Reza Eka Putra, yang memantau langsung proses pengujian, mengapresiasi dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah daerah. Menurutnya, keberhasilan ini adalah bukti bahwa tantangan geografis yang berat di Flores dapat ditaklukkan melalui sinergi.

Tahap commissioning test ini menjadi verifikasi akhir untuk memastikan keamanan sistem sebelum digunakan secara masif oleh warga. PLN berharap, dengan hadirnya listrik, Desa Kembang tidak hanya menjadi lebih terang, tetapi juga menjadi desa yang lebih modern, cerdas, dan mandiri secara energi.

Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa upaya pemerataan pembangunan terus dilakukan hingga ke pelosok daerah, menghadirkan terang sekaligus harapan baru bagi masyarakat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.