BANGKAPOS.COM -- Masinis KA Argo Bromo Anggrek yang terlibat dalam kecelakaan dengan KRL Commuter Line terungkap.
Namanya terungkap dari rekaman video seorang penumpang yang sempat berbincang langsung dengan masinis sebelum tabrakan maut terjadi.
Peristiwa kecelakaan sendiri terjadi di Stasiun Bekasi Timur dan sempat terekam melalui siaran langsung di media sosial.
Baca juga: Detik-detik Penumpang Saksikan Tabrakan KRL dan Argo Bromo dan Kronologinya, 7 Tewas 81 Luka-luka
Dalam video yang diunggah akun Threads @rzyptr.14, terlihat seorang pria melakukan live streaming sambil menyorot bagian depan kereta.
Dalam rekaman tersebut, pria itu sempat berbincang dengan masinis yang memperkenalkan dirinya.
"Dengan siapa, Pak?," tanya pria tersebut.
"Noviandi," kata sang masinis.
"Pak Novi, sang masinis kita. Nanti akan membawa Argo Bromo Anggrek. Betul begitu, Pak?," tanya pria tersebut.
"Betul, Pak," jawab sang masinis.
Percakapan berlanjut ketika penumpang tersebut menanyakan soal kecepatan kereta yang akan digunakan selama perjalanan.
"Dengan kecepatan berapa, Pak?," tanya dia lagi.
"Maksimalnya 120," kata Novi lagi.
Masinis tersebut juga menjelaskan bahwa informasi kecepatan dapat dilihat langsung di rangkaian kereta.
Setelah percakapan singkat itu, video kemudian memperlihatkan suasana di dalam gerbong.
Penumpang tersebut sempat mengatakan bahwa dirinya hendak menuju gerbong makan. Namun, sebelum ia menghentikan rekamannya, terdengar suara benturan keras yang mengejutkan.
"Kecelakaan, Astaghfirullah, Allahu Akbar," kata dia.
Baca juga: Taksi Hijau Tertabrak, Awal Mula Pemicu KA Argo Bromo Hantam KRL di Bekasi, Green SM Buka Suara
Kereta yang ditumpanginya langsung berhenti mendadak.
Ia kemudian keluar dan mendapati kondisi lokasi sudah kacau, dengan sejumlah penumpang berlarian menyelamatkan diri.
"Kita nabrak ini, KRL ya," kata dia.
"Ada korban di depan, belum ada paramedis," ujarnya lagi.
Sementara itu, pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan bahwa masinis dalam insiden tersebut selamat.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan kondisi masinis dalam keadaan baik pascakejadian.
"Sudah di luar. Kondisinya baik," kata Bobby Rasyidin.
Berdasarkan data terbaru hingga Selasa (28/4/2026) pukul 08.45 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan ini tercatat sebanyak 14 orang.
Seluruh korban meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Selain itu, sebanyak 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Baca juga: Di Tempat Ini Awal Mula Adityawarman dan Hasan Basri Kenalan Sebelum Akhirnya Divonis Seumur Hidup
Sejak awal kejadian, fokus utama penanganan adalah keselamatan korban. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati karena beberapa korban membutuhkan penanganan khusus.
Pihak KAI memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan maksimal. Biaya pengobatan korban luka maupun biaya pemakaman korban meninggal dunia ditanggung oleh asuransi dan KAI.
Selain itu, barang-barang milik penumpang yang ditemukan di lokasi kejadian telah diamankan dan dikelola melalui layanan lost and found. Pendataan dilakukan bersama pihak kepolisian guna mendukung proses identifikasi.
KAI juga menyediakan posko tanggap darurat dan posko informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban memperoleh informasi.
Untuk sementara waktu, stasiun tersebut belum melayani naik dan turun penumpang, sementara perjalanan KRL dibatasi hingga Stasiun Bekasi.
Daftar nama korban tewas kecelakaan KRL Bekasi Timur dirilis pihak kepolisian setelah insiden tabrakan antara kereta rel listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
Polda Metro Jaya mencatat jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut mencapai 15 orang.
“Iya, ada 15 (korban) meninggal dunia,” kata Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol dr. Martinus Ginting kepada wartawan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026).
Proses identifikasi korban dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan menjelaskan, identifikasi dilakukan menggunakan data primer berupa sidik jari serta data sekunder seperti tanda medis dan barang milik korban.
“Teridentifikasi melalui data primer yaitu sidik jari dan data sekunder yaitu tanda medis dan properti atau benda kepemilikan,” ujar Nyoman dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati.
Baca juga: Kesaksian Warga Lihat Motor Tertimpa Truk, Dua Bersaudara Tewas, Adik 2 Tahun Susul Jenazah Kakak
Sebanyak 10 jenazah saat ini berada di RS Polri Kramat Jati, sementara 5 lainnya tersebar di sejumlah rumah sakit di Bekasi.
Berikut daftar nama korban tewas:
RS Polri Kramat Jati
Tutik Anitasari (31)
Harum Anjasari (27)
Nur Alimantun Citra Lestari (19)
Farida Utami (50)
Vica Acnia Fratiwi (23)
Ida Nuraida (48)
Gita Septia Wardany (20)
Fatmawati Rahmayani (29)
Arinjani Novita Sari (25)
Nur Ainia Eka Rahmadhyna (32)
RSUD Kota Bekasi
Nuryati (41)
Nurlaela (39)
Enggar Retno Krisjayanti (35)
Rumah Sakit Bella Bekasi
Ristuti Tustirahato
RS Mitra Keluarga Bekasi Timur
Adelia Rifani
Sebelumnya, kecelakaan terjadi antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920.
Peristiwa itu diduga dipicu insiden awal saat KRL menabrak sebuah taksi di perlintasan, sebelum akhirnya terjadi tabrakan dengan kereta jarak jauh.
Akibat kejadian tersebut, selain 15 korban tewas, puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi. Sementara itu, seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.
(Tribunnews.com/Tribun Trends/Tribunnews Bogor/Vivi Febrianti/Kompas.com/Bangkapos.com)