TRIBUNGORONTALO.COM -- Aktivis dan pengamat politik Rocky Gerung menyatakan siap membantu sahabatnya, Jumhur Hidayat, usai dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup dalam reshuffle kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Rocky bahkan hadir langsung dalam pelantikan yang digelar di Istana Negara pada Senin (27/4/2026).
Menurut Rocky, dukungannya kepada Jumhur bertujuan agar keseimbangan di dalam Kabinet Merah Putih tetap terjaga.
“Kita ingin bantu Jumhur supaya ada kesempatan untuk bikin balancing di dalam kabinet, itu intinya,” kata Rocky, dikutip dari tayangan kanal YouTube Rocky Gerung Official, Selasa (28/4/2026).
“Kita bikin janji mereka yang kita utus ke dalam harus melapor yang di luar,” lanjutnya.
Rocky menilai pergantian posisi Menteri Lingkungan Hidup dalam reshuffle kali ini memiliki makna politik tersendiri karena hanya satu posisi menteri yang diganti secara langsung.
Baca juga: Viral CCTV Pengasuh Penitipan Anak Banting Bayi di Banda Aceh, Polisi Tangkap Pelaku
“Anda bayangkan ini pergantian kabinet hanya satu orang. Menterinya yang diganti cuma Jumhur. Itu peristiwa politik dan yang diganti seorang yang sangat berkuasa sebetulnya di belakang dia,” ujarnya.
Ia juga menyinggung soal latar belakang Jumhur yang pernah dipenjara saat menjadi aktivis mahasiswa.
“Jadi secara ideologis kita memenangkan isu bahwa mantan napi itu tidak punya dendam nasional. Prabowo harus dibuat mengerti. Tadi saya bikin beliau mengerti,” tegas Rocky.
Dalam reshuffle kabinet terbaru, Presiden Prabowo Subianto melantik enam pejabat baru.
Jumhur Hidayat resmi menjabat Menteri Lingkungan Hidup menggantikan Hanif Faisol Nurofiq yang kini dipercaya sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Perubahan juga terjadi di posisi Kepala Staf Kepresidenan. Muhammad Qodari dipindahkan menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, sementara jabatan Kepala KSP kini diisi Dudung Abdurachman.
Baca juga: Kemdiktisaintek Tegaskan Penataan Program Studi Secara Komprehensif dan Berbasis Kajian menyeluruh
Selain itu, Hasan Nasbi dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, sedangkan Abdul Kadir Karding dipercaya memimpin Badan Karantina Indonesia.
Sosok Jumhur Hidayat dikenal sebagai aktivis buruh yang telah aktif sejak masa kuliah di Institut Teknologi Bandung.
Pria kelahiran Bandung, 18 Februari 1968 itu pernah dipenjara akibat keterlibatannya dalam aksi mahasiswa menolak kedatangan Menteri Dalam Negeri Rudini pada 1989.
Di dunia politik, Jumhur pernah bergabung dengan Partai Daulat Rakyat dan menjabat sebagai sekretaris jenderal partai tersebut pada Pemilu 1999.
Dalam karier pemerintahan, ia juga sempat memimpin BNP2TKI sejak 2007 hingga diberhentikan pada 2014 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan alasan penyegaran.(*)