TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Gelandang PSM Makassar Rifky Dwi Septiawan tak ingin larut dalam kekalahan.
PSM Makassar belum lama ini kalah dua gol dari Bali United pada, Senin (27/4/2026).
Kekalahan tersebut telah dilupakan oleh Rifky Dwi Septiawan.
Mantan pemain Tim Nasional (Timnas) U-23 Indonesia ini menatap ke depan dengan tekad dan ambisi tinggi.
Rifky Dwi yakin PSM Makassar bisa kembali ke jalur kemenangan saat menjamu Bhayangkara Lampung FC pada pekan 31 Super League 2025/2026.
Pertemuan kedua tim di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (4/5/2026) pukul 16.30 Wita.
Baca juga: Tak Mampu Lagi Kejar Poin PSM Makassar, Ini Skenario PSBS Biak Agar Tak Pulang ke Liga 2 Musim Depan
“Saya yakin dengan semangat yang ada melawan Bhayangkara FC di laga home, kami wajib dan yakin meraih tiga poin,” tegasnya saat konferensi pers pasca melawan Bali United, Senin (27/4/2026).
Kemenangan menjadi harga mati didapat Juku Eja di markas sendiri.
Dengan tiga poin, mereka bisa secepatnya mengunci satu tiket Super League musim depan.
Sambil berharap, tim-tim di bawahnya tersungkur di pekan yang sama.
Saat ini, PSM Makassar berada di posisi 14 dengan 31 poin.
Terpaut empat poin dengan Persis Solo di urutan 15 dan berjarak lima poin dari Madura United sebagai tim paling atas zona merah, peringkat 16.
Jika menang, klub kebanggaan masyarakat Sulsel mengoleksi 34 poin dan bisa naik ke posisi 12.
Jarak poin semakin lebar, pertandingan sisa tiga, sehingga peluang tak degradasi semakin besar.
Pengamat Sepak Bola Assegaf Razak menyebut, sepatutnya pemain PSM Makassar memang mempunyai optimisme tinggi seperti ditunjukkan Rifky Dwi.
Mereka harus berjuang mati-matian supaya PSM Makassar tak turun kasta.
“Semua pemain harus optimis. Sisa empat laga,harus punya motivasi tinggi, jangan kehilangan poin di kandang,” katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Rabu (29/4/2026).
Assegaf Razak menyebut, permainan PSM Makassar sangat bagus.
Sisa memotivasi pemain lagi di lapangan, jangan mudah menyerah dan perlu diingatkan menang jadi harga mati hadapi Bhayangkara FC.
Tunjukkan karakter bermain PSM Makassar yang ngotot, keras dan spartan.
Tak lupa, pelatih perlu meramu taktik dengan baik dan memasang pemain yang bisa membantu tim.
“Mudah-mudahan pemain menunjukkan siri na pacce,” sebut mantan pelatih PSM Makassar ini.
Selain itu, M Arfan cs perlu mengikuti strategi telah diinginkan oleh pelatih. (*)
Laporan Kontributor Tribun-Timur.com, Kaswadi Anwar