Poster Protes Penuhi Arema FC Store, Suporter Murka Usai Dibantai Persebaya 0-4
Wiwit Purwanto April 29, 2026 01:32 PM

 

SURYA.CO.ID MALANG  - Arema FC Official Store yang berada di Jalan Mayjen Panjaitan Kota Malang kembali dipenuhi oleh poster-poster kekecewaan, Rabu (29/4/2026).

Peristiwa itu terjadi, setelah Arema FC mengalami hasil buruk di laga Derbi Jawa Timur dengan kalah dari Persebaya Surabaya dengan skor 0-4 pada Selasa (28/4/2026).

Dari pantauan Surya di lokasi, poster-poster tersebut masih tertempel di kaca depan Arema FC Official store.

Ada dua foto yang tertempel pada poster bernada protes tersebut.

Pertama ialah foto pelatih Arema FC Marcos Santos dengan tulisan protes agar pelatih berkebangsaan Brasil itu angkat kaki di tim Arema FC.

Lalu yang kedua, ada foto pemain Arema FC Hansamu Yama Pranata dengan tulisan 'Jika Tidak Bermain Dengan Hati Silahkan Angkat Kaki'.

Poster Kekecewaa Ini Sudah Yang Kedua Kali di kaca Depan  Arema FC Official store

"Kejadiannya ini kemarin malam mas. Sekitar pukul 19.30 WIB. Ada beberapa orang yang datang lalu menempeli kantor ini dengan poster," kata warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.

Peristiwa penempelan poster kekecewaan ini menjadi kali kedua yang menyasar di Arema FC Official Store.

Setelah kejadian serupa pernah terjadi pada 31 Desember 2025, setelah saat itu Arema FC dikalahkan oleh Persita Tangerang di Stadion Kanjuruhan Malang.

Baca juga: Persebaya Tumbangkan Arema FC, Bonek Puji Strategi Cerdik Bernardo Tavares

Pada saat itu, poster bernada protes juga disampaikan oleh Aremania atas hasil minor yang diraih oleh Arema FC.

Manajemen Arema FC melalui General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi pun mengapresiasi sikap suporter yang tetap kondusif dan menyampaikan kritik secara konstruktif.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada Aremania dan seluruh pecinta sepak bola di Malang Raya atas kekalahan di laga Derbi Jatim kali ini..

"Kami berterima kasih kepada Aremania yang tetap respect dan menyampaikan evaluasi secara elegan,"

"Kami mengajak semua pihak melihat ini sebagai persoalan teknis sepak bola," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Inal itu menegaskan bahwa manajemen tidak akan menutup mata atas performa tim. 

Hasil Derbi Jatim ini dianggap sebagai alarm keras yang menuntut pembenahan menyeluruh.

Menurutnya, manajemen berdiri di sisi yang sama dengan Aremania yang kecewa atas hasil tersebut.

Karena itu, ia meminta tanggung jawab nyata dari seluruh elemen tim, baik pemain maupun jajaran pelatih.

"Kami sangat memahami kekecewaan Aremania. Harapan besar semula ada pada laga derbi ini, apalagi setelah tren positif saat melawan Persib. Namun hasilnya berbeda," tandasnya. (Rifky Edgar)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.