11 Tuntutan Buruh di May Day 2026 Monas: Hapus Outsourcing dam Angkat Guru Honorer
Choirul Arifin April 29, 2026 02:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh akan mengajukan 11 butir tuntutan kepada pemerintah di perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day di Lapangan Monas, Jumat 1 Mei 2026.

Beberapa dari butir tuntutan mereka adalah penghapusan buruh outsourcing dan pengangkatan guru honorer.

"Ada 11 isu atau 11 harapan yang ingin disampaikan oleh KSPI yang didukung oleh partai buruh di dalam perayaan may day ini kepada pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintahan daerah di seluruh Indonesia," kata Presiden KSPI Said Iqbal saat jumpa pers daring dengan media di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Said Iqbal dan pengurus KSPI sudah menyampaikan 11 butir tuntutan tersebut saat bertemu Presiden RI Prabowo Subianto, Selasa (28/4/2026).

"Sebelas isu yang kami sampaikan walaupun tidak berurutan ya tapi disampaikan oleh beberapa kawan karena hadir di dalam pertemuan dengan bapak Presiden Prabowo," kata dia.

Berikut rincian 11 poin tuntutan para buruh di May Day 2026:

  • Pertama, para buruh meminta agar pemerintah segera mengesahkan RUU Ketenagakerjaan yang baru..
  • Kedua, meminta agar pemerintah segera menghapus sistem kerja outsourcing, dan tolak upah murah (HOSTUM).
  • Ketiga, para buruh menyoroti soal dampak perang antara Amerika Serikat-Israel terhadap Iran yang berpotensi menimbulkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran di Indonesia.

Baca juga: May Day: Menagih Janji Kesejahteraan dalam Dekapan Welfare State

Buruh meminta pemerintah untuk fokus terhadap isu tersebut dan menghindari terjadinya PHK massal.

"Perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang masih terus berkecamuk sehingga ancaman PHK besar-besaran akan terjadi dalam 3 bulan ke depan dan seperti yang kami sampaikan 10 perusahaan sudah berancang-ancang yang menjadi anggota KSPI akan melakukan PHK bila perang terus berkecamuk," ucap Said Iqbal.

  • Keempat, reformasi pajak. "Kami meminta pendapatan tidak kena pajak dinaikkan menjadi Rp 7,5 juta dari Rp 4,5 juta kemudian pajak THR jaminan hari tua, pesangon dan pajak jaminan pensiun dihapus," tegas dia.
  • Kelima, para buruh juga meminta pengesahan RUU perampasan aset demi tegaknya anti korupsi.
  • Keenam, dalam situasi ini para buruh juga kata Said Iqbal, menyampaikan akan adanya ancaman PHK di industri TPT tekstil dan produk turunannya serta industri nikel. "Jadi kami minta selamatkan industri TPT dan nikel," tutur dia.
  • Ketujuh, para buruh juga memandang terjadinya ancaman PHK di industri semen, sebab sekarang over supply di industri semen itu over supply.

Baca juga: Sambut May Day, PDIP dan Menaker Bedah RUU Ketenagakerjaan Baru: Formula Kesejahteraan Buruh

"Jadi itu kami ingin menyampaikan harapan stop atau moratorium industri semen karena sudah over supply," tegas Said Iqbal.

  • Kedelapan, KSPI meminta ratifikasi konvensi International Labour Organization (ILO) nomor 190 tentang anti kekerasan kepada pekerja perempuan di tempat kerja.
  • Kesembilan, KSPI kata Said Iqbal turut memperjuangkan pemotongan tarif ojek online atau ojol sebesar 10 persen bukan 20 persen seperti apa yang selalu dituntut oleh driver ojol.
  • Kesepuluh, tuntutan mereka yakni meminta pemerintah merevisi undang-undang nomor 2 tahun 2004 tentang penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang lebih berkeadilan pada buruh.
  • Kesebelas, para buruh meminta agar status guru dan tenaga honorer yang dikenal dengan P3K paruh waktu menjadi ASN. 

"Tidak ada lagi P3K yang paruh waktu, semua harus penuh waktu," tukas dia.

Prabowo Dijadwalkan Hadir

Said Iqbal bilang Presiden Prabowo Subianto akan turut hadir di lokasi acara dan akan mendengarkan seluruh aspirasi dan tuntutan buruh yang hadir, khususnya dari Jabodetabek.

Prabowo juga dijadwalkan akan memberikan sambutan sekaligus menjawab beragam tuntutan buruh yang dimaksud.

"Ada beberapa isu yang krusial, yang sangat penting bagi buruh Indonesia dijawab dan ditegaskan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto yang tentunya ini adalah progres atau tindak lanjut dari permintaan, harapan, dan isu yang dibawa oleh KSPI tersebut," ucap dia.

Buruh yang hadir akan berasal dari Jabodetabek akan turut hadir juga buruh dari Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung Raya, dan sebagian Cirebon Raya juga massa yang berasal dari Serang, Cilegon, dan Cianjur, serta Sukabumi.

"Massa-massa KSPI yang berjumlah 50.000 orang total massa buruh yang akan mengikuti perayaan May Day di Monas bersama Bapak Presiden Prabowo Subianto 1 Mei 2026 adalah berjumlah ratusan ribu karena berasal dari serikat-serikat buruh lainnya di luar yang berasal dari KSPI," kata Said Iqbal.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.