SRIPOKU.COM, BANYUASIN – Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, menanggapi serius aksi protes warga wilayah Kenten Laut dan Kecamatan Talang Kelapa terkait buruknya layanan air bersih dari PDAM Tirta Betuah.
Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah daerah telah menggandeng investor dengan nilai investasi mencapai Rp800 miliar untuk revitalisasi PDAM.
Keluhan warga sebelumnya sempat viral di media sosial, bahkan masyarakat memasang spanduk yang menyatakan wilayah mereka sedang mengalami krisis air bersih.
"Saya paham air bersih sangat dibutuhkan, terutama di Talang Kelapa. Mengenai protes warga yang viral itu, kami tegaskan bahwa air bersih tetap menjadi program prioritas kami," ujar Askolani, Rabu (29/4/2026).
Baca juga: Warga Kenten Laut Protes Krisis Air Bersih, Pasang Spanduk Selamat Datang di Kawasan Sulit Air
Menurut Askolani, Pemkab Banyuasin memutuskan untuk bekerja sama dengan pihak ketiga karena keterbatasan anggaran daerah untuk melakukan perbaikan infrastruktur secara mandiri.
Saat ini, proses kerja sama tersebut telah memasuki tahap penyusunan studi kelayakan atau Feasibility Study (FS).
"Investor sudah menyiapkan anggaran antara Rp400 hingga Rp800 miliar. Saat ini FS sedang dikerjakan. Insyaallah, fisik pembangunan atau revitalisasinya bisa dimulai pada tahun 2027 mendatang," jelasnya.
Askolani menambahkan bahwa proses revitalisasi ini membutuhkan waktu karena adanya aturan dan prosedur administratif yang harus dipatuhi.
Ia meminta masyarakat untuk bersabar selama proses transisi dan perencanaan ini berlangsung.
"Saya mohon doa agar semua proses ini lancar sehingga pengerjaan di lapangan bisa segera dimulai," pungkasnya.