Keberangkatan Jemaah Haji Riau 2026 Capai 2.208 Orang, Sejumlah Jemaah Tertunda karena Sakit
Sesri April 29, 2026 02:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, BATAM - Proses pemberangkatan jemaah haji asal Provinsi Riau tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi terus berlangsung secara bertahap.

Hingga 29 April 2026, total sebanyak 2.208 orang jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci melalui beberapa kelompok terbang (kloter) dari Embarkasi Batam.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Riau, H. Defizon Noer, menjelaskan bahwa jumlah tersebut terdiri dari 2.175 jemaah haji, 10 Petugas Haji Daerah (PHD), 3 pembimbing KBIHU, serta 20 petugas kloter.

“Alhamdulillah, sampai saat ini proses pemberangkatan berjalan lancar. Total jemaah yang sudah diberangkatkan mencapai 2.208 orang dari beberapa kloter yang telah dijadwalkan,” ujar Defizon.

Ia merinci, untuk kloter BTH 3 diberangkatkan sebanyak 443 orang yang terdiri dari 435 jemaah, 2 PHD, 2 pembimbing KBIHU, dan 4 petugas kloter.

Namun terdapat dua jemaah asal Pekanbaru yang harus menunda keberangkatan karena menjalani perawatan di Batam, didampingi satu orang pendamping.

Selanjutnya pada kloter BTH 4, sebanyak 440 orang telah diberangkatkan, terdiri dari 434 jemaah, 2 PHD, dan 4 petugas kloter.

Baca juga: Sesak Nafas, Satu Jemaah Haji Kloter 3 Batam asal Langsung Dirujuk ke Klinik

Baca juga: Jelang Keberangkatan 3 Mei, Jemaah Haji Pelalawan Kumpulkan Koper Mulai Hari Ini

 

Pada kloter ini, tiga jemaah asal Pekanbaru juga tertunda keberangkatannya karena sakit, bersama dua orang pendamping.

Untuk kloter BTH 5, jumlah jemaah yang diberangkatkan sebanyak 438 orang, terdiri dari 431 jemaah, 2 PHD, 1 pembimbing KBIHU, dan 4 petugas kloter.

Sementara itu, tujuh orang dari Kabupaten Kampar harus menunda keberangkatan, terdiri dari tiga jemaah yang dirawat di Batam beserta tiga pendamping, serta satu jemaah yang sakit di daerah.

Pada kloter BTH 6, sebanyak 399 orang diberangkatkan, terdiri dari 393 jemaah, 2 PHD, dan 4 petugas kloter.

Dalam kloter ini, terdapat tiga jemaah yang batal berangkat dari daerah, serta 45 jemaah yang dimutasi ke kloter BTH 7. Selain itu, dua jemaah masuk sebagai mutasi dari kloter BTH 4.

Sementara itu, kloter BTH 7 menjadi kloter dengan jumlah terbanyak, yakni 488 orang yang terdiri dari 482 jemaah, 2 PHD, dan 4 petugas kloter.

Namun satu jemaah asal Indragiri Hilir terpaksa menunda keberangkatan karena menjalani perawatan di Batam.

Defizon menambahkan, secara keseluruhan terdapat sejumlah jemaah yang mengalami penundaan maupun pembatalan keberangkatan.

Rinciannya, tujuh jemaah dirawat di Batam, lima orang pendamping turut menunggu di Batam, serta empat jemaah lainnya sakit di daerah.

“Kami terus memantau kondisi jemaah yang tertunda keberangkatannya, baik yang dirawat di Batam maupun yang sakit di daerah. Harapannya mereka bisa segera pulih dan diberangkatkan pada kloter berikutnya,” tutupnya.

( Tribunpekanbaru.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.