Tangisan Iringi Pemakaman Karyawan Kompas TV Korban Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi
Irwan Wahyu Kintoko April 29, 2026 02:35 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Suasana duka menyelimuti TPU Mangun Jaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, saat jenazah Nur Ainia Eka Rahmadhyna atau Ain (32), dimakamkan Rabu (29/4/2026) siang.

Ain adalah karyawan Kompas TV yang menjadi korban meninggal akibat kecelakaan kereta api antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Tangis keluarga pecah saat prosesi pemakaman berlangsung.

Ain dimakamkan di tengah iringan doa keluarga, kerabat, rekan kerja, serta tetangga yang mengantar kepergiannya ke tempat peristirahatan terakhir.

Baca juga: Imbas Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo, Rano Karno Soroti Keselamatan Perlintasan Sebidang di Jakarta

Wartakotalive.com melaporkan, peti jenazah Ain dibawa menuju liang lahat diiringi lantunan doa dan isak tangis keluarga.

Suasana haru semakin terasa saat kedua adik kandung Ain tak kuasa menahan kesedihan ketika melihat peti jenazah kakaknya perlahan diturunkan ke liang lahat.

Tangisan keluarga pun pecah saat Hary Marwata (63), ayah Ain, berusaha tegar sambil merangkul dan menguatkan putri bungsunya yang masih syok.

"Adiknya yang masih belum kuat," ujar Hary dengan suara pelan.

Baca juga: Cerita Ayah Vica, Putrinya Korban KRL Bekasi Sempat Hilang, Ditemukan Lewat DNA

Ain diketahui anak pertama  pasangan Hary Marwata dan Iffa Permana (56). 

Semasa hidup, ia dikenal sebagai sosok penyayang keluarga sekaligus pekerja keras yang rutin berangkat dan pulang menggunakan KRL.

Setiap hari, Ain menempuh perjalanan dari tempat kerjanya di Palmerah, Jakarta Pusat, menuju rumahnya di Griya Asri 2, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Kepergian Ain meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga lingkungan kerja dan para sahabatnya.

Baca juga: Menteri PPPA Usul Gerbong Khusus Wanita Dipindah ke Tengah, KAI: Kami Tidak Bedakan Pria dan Wanita

Prosesi pemakaman turut dihadiri jajaran manajemen Kompas TV, di antaranya President Director Kompas TV, Rosianna Silalahi, serta Pemimpin Redaksi Kompas TV, Yogi Arief Nugroha.

Keduanya tampak hadir memberikan penghormatan terakhir sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Sejumlah rekan kerja Ain juga hadir mengenakan pakaian serba gelap.

Beberapa di antaranya tampak tak kuasa membendung air mata saat prosesi pemakaman berlangsung.

Baca juga: Taksi Listrik Mendadak Mati di Rel, Awal Mula Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo

"Dia orangnya baik, ramah, dan selalu bantu teman-teman," ujar Wulan, salah seorang rekan kerja Ain.

Usai prosesi penguburan dan adzan dikumandangkan, keluarga bergantian menaburkan bunga di atas tanah makam yang masih basah. 

Keluarga dan para sahabat yang berdiri mengelilingi pusara Ain.

Beberapa pelayat terlihat terus memanjatkan doa sambil menundukkan kepala.

Kepergian Ain akibat kecelakaan tragis antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line menjadi duka mendalam bagi banyak pihak. (m27)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.