BREAKING NEWS, Korban Tewas Kecelakaan KA di Bekasi Jadi 16 Orang
deni setiawan April 29, 2026 02:57 PM

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Korban tewas dalam kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4/2026) malam, bertambah.

Dari sebelumnya 15 orang, pada Rabu (29/4/2026) bertambah satu orang atau total menjadi 16 orang.

Korban tewas ini sebelumnya sempat menjalani perawatan di RSUD Bekasi.

Baca juga: Tatapan Kosong Ayah Setibanya Jenazah di Wonogiri, Ristuti Korban Kecelakaan KA di Bekasi

Polda Metro Jaya menyampaikan korban meninggal atas insiden kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, bertambah.

"Korban meninggal bertambah satu orang sehingga total menjadi 16 orang."

"Kami berharap tidak ada lagi penambahan korban," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, Rabu (29/4/2026).

Korban meninggal sebelumnya sempat dirawat di ruang ICU RSUD Bekasi pasca kecelakaan.

Pihak kepolisian menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban.

"Ini menjadi keprihatinan bersama. Saat ini penyidik masih mendalami rangkaian kejadian secara komprehensif,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto.

Kasus kecelakaan beruntun kereta api yang terjadi di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat saat ini masih diselidiki.

Peristiwa tragis ini melibatkan taksi online, KRL, dan KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek hingga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.

Pihaknya memastikan proses penyelidikan dan penyidikan masih berjalan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

Terkait dugaan penyebab, polisi masih mendalami kemungkinan adanya faktor kelalaian manusia maupun gangguan sistem komunikasi dalam operasional perkeretaapian.

Baca juga: RSCM Jakarta Berduka, Faridah Utami Korban Kecelakaan KA di Bekasi, Dimakamkan di Boyolali

“Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem."

"Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP,” jelasnya. 

Selain itu, pemeriksaan terhadap sopir taksi online serta masinis kereta api juga dijadwalkan untuk dilakukan guna memperjelas kronologi dan tanggung jawab dalam peristiwa tersebut.

Sebagai langkah lanjutan, Polda Metro Jaya turut memberikan pendampingan medis dan psikologis kepada para korban serta keluarga terdampak.

Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tidak menyebarluaskan konten sensitif terkait korban demi menjaga empati.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintas di perlintasan kereta api dan selalu mendahulukan perjalanan kereta."

"Selain itu, jangan menyebarkan foto atau video korban karena dapat berdampak psikologis bagi keluarga,” tuturnya.

Berdasarkan data sementara hingga Rabu (29/4/2026) pukul 11.00, total korban mencapai 106 orang. 

90 orang mengalami luka-luka, dengan 44 orang telah diperbolehkan pulang dan 46 lainnya masih menjalani perawatan. (*)

Sumber Tribunnews.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.