Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Indra Wijaya | Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PDAM Tirta Mountala, Ir Yusmadi MM, menyatakan pihaknya terus melakukan pembenahan internal.
Langkah tersebut mencakup penertiban sambungan ilegal serta penagihan tunggakan pelanggan yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.
“Terkait sambungan ilegal di Darul Imarah, saat ini kita terus menertibkannya,” ujar Yusmadi saat ditemui Serambi, Rabu (29/4/2026).
Ia menjelaskan, sejak dirinya memimpin PDAM Tirta Mountala, berbagai upaya pembenahan terus dilakukan.
Meski secara manajemen perusahaan berada dalam kondisi sehat, tingkat kepatuhan pelanggan dalam membayar tagihan air masih menjadi persoalan serius.
“Masih banyak pelanggan yang tidak membayar tagihan air. Karena piutang mencapai puluhan miliar rupiah, kita membuka posko penagihan,” katanya.
Menurut Yusmadi, sejumlah tunggakan bahkan telah berlangsung hingga 10 tahun.
Kondisi ini mendorong PDAM membentuk tim khusus untuk mempercepat penyelesaian piutang tersebut.
Baca juga: Sering Menunggak dan Marak Sambungan Liar, PDAM Tirta Mountala Buka Posko Penertiban
Ia menegaskan, proses penagihan dilakukan secara persuasif dengan tetap mengedepankan prinsip kemanusiaan.
“Khusus cabang Darul Imarah menjadi wilayah dengan tunggakan paling dominan,” ujarnya.
Langkah tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Jika sebelumnya tingkat pembayaran rekening air hanya berkisar 80 hingga 90 persen per bulan, kini meningkat hingga mencapai 140 persen.
“Selain pembayaran rutin berjalan, kita juga berhasil menarik piutang lama,” jelasnya.
Baca juga: Pastikan Distribusi Air Jelang Ramadhan, Plt Dirut Tirta Mountala: Kalau Ada Rusak Kita Perbaiki
Dalam proses penagihan, PDAM turut memberikan kemudahan melalui sistem cicilan, terutama bagi pelanggan dengan tunggakan besar.
“Ada pelanggan yang menunggak hingga Rp15 juta sampai Rp20 juta. Alhamdulillah sekarang masyarakat sudah mulai mau membayar,” tambahnya.
Meski mengedepankan pendekatan persuasif, PDAM tetap akan mengambil tindakan tegas terhadap pelanggan yang tidak menunjukkan itikad baik.
“Meteran pelanggan yang tidak membayar akan kita potong. Kita tidak ingin tunggakan terus membengkak,” tegas Yusmadi.
Saat ini, jumlah pelanggan PDAM Tirta Mountala mencapai sekitar 45 ribu dengan cakupan pelayanan sekitar 40 persen.
“Alhamdulillah tim bekerja dengan baik. Dan kita tebang pilih perihal tunggakan, baik pejabat atau tidak. Tidak ada beking-bekingan,” pungkasnya.