Mitigasi Dampak Cuaca Ekstrem, Pemkab Malinau Perkuat Koordinasi dengan BMKG Tanjung Harapan 
Junisah April 29, 2026 04:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau memperkuat langkah mitigasi terhadap potensi dampak cuaca ekstrem dengan mensinkronkan data meteorologi terkini bersama BMKG  Tanjung Harapan.

Langkah antisipatif ini dilakukan untuk memetakan risiko perubahan iklim yang dapat memengaruhi berbagai sektor vital di wilayah Kalimantan Utara, terutama di Kabupaten Malinau.

Koordinasi yang dilakukan melalui pertemuan daring ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam memantau dinamika cuaca yang sering tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir.

Wakil Bupati Malinau Jakaria mengikuti langsung jalannya pemaparan data klimatologi tersebut dari ruang rapat Wakil Bupati untuk memastikan kesiapan daerah.

Baca juga: Pemkab Malinau Lepas Jemaah Calon Haji 2026, Wabup Pesan Antisipasi Cuaca Ekstrem

"Kegiatan ini menjadi langkah antisipatif dalam menghadapi potensi dampak perubahan cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi berbagai sektor, termasuk pertanian, transportasi, dan kebencanaan," ujar Jakaria, Rabu (29/04/2026).

Selain cuaca ekstrem, pertemuan tersebut juga membahas secara spesifik mengenai prakiraan awal musim kemarau yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2026 ini.

Pemerintah daerah memandang data dari BMKG sebagai rujukan utama dalam menentukan kebijakan strategis, terutama dalam menjaga ketahanan pangan dan kesiapsiagaan bencana kebakaran hutan.

"Informasi ini dinilai penting sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan serta langkah strategis guna meminimalisir risiko yang mungkin timbul akibat perubahan cuaca," ucapnya.

Cuaca Ekstrem di Malinau 02 29042026
INFORMASI KLIMATOLOGI - Rakoor Daring Informasi Klimatologi di Kantoe Bupati Malinau, Rabu (29/04/2026). Pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika iklim dan potensi cuaca ekstrem melalui koordinasi intensif bersama BMKG.

Melalui penguatan koordinasi lintas sektor ini, diharapkan seluruh instansi terkait di Malinau dapat lebih sigap dalam merespons peringatan dini yang dikeluarkan oleh otoritas meteorologi.

Sinergi antara data teknis dan kebijakan lapangan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas aktivitas masyarakat di tengah tantangan perubahan iklim global.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.