Begitu juga ada sanak saudara yang mencari anaknya dengan print foto, kemudian menemukan peti jenazahnya lalu lemas sambil menangis. Bahkan reporter Kompas TV juga menjadi korban jiwa dalam kecelakaan maut ini.
Semua korban adalah wanita, karena yang tertabrak adalah gerbong wanita dan gerbong ini berada di area paling belakang. Berbagai wacana pun muncul usai kecelakaan maut ini, ada yang meminta memindahkan ke tengah dan lain sebagainya. Namun tentu ini akan menjadi evaluasi.
Semua bermula dari taksi berwarna biru, yang mati di perlintasan kereta dan tertabrak oleh kereta api. Kecelakaan diduga berawal di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur.
Awalnya, ada mobil taksi listrik yang lebih dulu tertemper KRL pada jalur atau rel ke arah Jakarta. Taksi itu tertemper KRL karena melintang di atas rel. Tabrakan itu kemudian mengganggu perjalanan.
Akibat insiden kecelakaan yang pertama, ada KRL menuju ke Cikarang yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur. KRL kedua tersebut berada di jalur yang sama dengan KA Argo Bromo Anggrek. Tak lama berselang, KA Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang KRL arah Cikarang tersebut.
Baca juga: LUKA di Leher & Wajah Sebabkan Sukma Meninggal Dunia, Anak di Songan Tewas Dikeroyok 3 Anjing Liar!
Baca juga: LANSIA Tewas di Dasar Jurang Desa Petulu Dievakuasi, WNA Swedia Ini Sempat Konsumsi Minuman Alkohol
Benturan dilaporkan cukup keras, hingga menyebabkan kerusakan parah pada rangkaian kereta. Bahkan, bagian depan KA jarak jauh disebut menembus gerbong wanita KRL.
Namun penyebab pasti kecelakaan, masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara mengarah pada gangguan operasional atau sistem perkeretaapian akibat insiden awal di perlintasan.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
Jumlah korban meninggal dunia pun cukup banyak, data terupdate menyebutkan da 16 korban jiwa dan puluhan luka-luka. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan, korban meninggal dunia kini berjumlah 16 orang.
Korban tersebut dinyatakan meninggal dunia di RSUD Bekasi pada Rabu (29/4/2026) siang ini. "Ya benar, info kami terima jam 11 siang ini di RSUD Kota Bekasi, perempuan MC, 25 tahun," kata Budi. Budi mengungkapkan, secara keseluruhan total korban akibat kecelakaan kereta ini mencapai 106 orang.
"Total korban 106 dengan rincian 90 pasien kondisi luka di mana 44 pasien sudah kembali dan 46 pasien observasi, serta 16 orang meninggal dunia," ungkap Kabid Humas.
Penanganan korban dilakukan di RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
"KAI menyiapkan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait korban dan penumpang. Keluarga dapat menghubungi Contact Center KAI 121," ujar Direktur Utaja PT KAI Bobby Rasyidin.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan duka cita dan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan dan keluarga korban atas peristiwa ini.
"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan, serta kepada seluruh pelanggan yang terdampak. Fokus kami saat ini adalah memastikan setiap korban mendapatkan penanganan terbaik, keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan, dan seluruh proses berjalan dengan kehati-hatian serta koordinasi yang kuat," ucap Anne. (*)