BANGKAPOS.COM -- Inilah sosok Nur Ainia Eka Rahmadhynna, korban tewas dalam tragedi kecelakaan maut di Bekasi Timur.
Kecelakaan tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi dengan KRL Commuter Line tujuan Cikarang, yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam.
Ia diketahui merupakan seorang karyawati KompasTV.
Sebelum dikabarkan tewas, Nur Aini sempat hilang kontak.
Baca juga: 3 Jenis BBM yang Naik per April 2026, Cek Juga Harga BBM di Seluruh Wilayah Indonesia
"Seluruh keluarga besar KompasTV sangat kehilangan dan berduka atas wafatnya Ainia Eka Rahmadhynna atau Ain, dan korban kecelakaan kereta lainnya. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan kesabaran, dan almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT," dikutip dari Kompas TV, Selasa (28/4/2026).
Saat kejadian, Ain diketahui mengenakan pakaian berwarna cerah, dipadukan dengan celana jins serta hijab putih.
Nur Ainia merupakan warga Bekasi yang tinggal di Griya Asri 2 Blok H 14 No. 17, Tambun Selatan.
Peristiwa nahas yang menimpa Ain terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur saat insiden tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek berlangsung.
Selama ini, Nur Ainia dikenal sebagai bagian penting dalam tim operasional di balik layar KompasTV, dengan jabatan News Production Support.
Adik korban, Zhafa, turut menceritakan momen terakhir sebelum kakaknya dinyatakan hilang kontak.
Sambil menahan kesedihan, ia menyebut bahwa Ain sempat pulang kerja sekitar pukul 21.30 WIB dan menghubungi keluarga untuk dijemput.
"Kemudian, abang saya bilang di grup, 'Kak, angkat teleponnya'. Karena hpnya (Nur Ainia) tidak bisa dihubungi."
Namun setelah itu, Ain tak lagi memberikan kabar. Keluarga pun mulai merasa cemas.
"Saya kira karena memang hp nya tidak aktif. Tetapi, sekitar jam 1 pagi baru tahu kabarnya. Dari pelacakan hp terakhir, posisinya ada di Stasiun Bekasi."
"Dari Subuh, hp kakak masih bisa dihubungi dan Whatsapp nya masih berdering."
"Sekitar jam 7, saya coba hubungi lagi karena hp nya sudah nonaktif," terangnya dalam wawancara dengan BreakingNews TVOne, Selasa (28/4/2026).
Kabar kecelakaan maut KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL baru diketahui keluarga pada malam hari melalui grup percakapan.
"Saya tahu kabar dari Whatsapp grup. Setelah itu, sudah tidak ada kabar lagi dan hp tidak bisa dihubungi. Tidak ada informasi lagi."
"Kakak dan ayah sudah cari di stasiun dan RSUD Kota Bekasi."
"Sehari-hari kakak bekerja di stasiun TV, kemudian karena mungkin dia kerjanya shift jadi pulang tidak tentu. Dia cuma kerja," kata Zhafa.
Dalam prosesi pemakaman, jurnalis senior Kompas TV, Rosianna Silalahi, turut menyampaikan belasungkawa mewakili keluarga besar Kompas TV.
Ia mengenang Ain sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dan telah mengabdi selama lebih dari satu dekade.
“Kami kehilangan sosok yang luar biasa. Ain adalah pribadi yang profesional dan penuh dedikasi. Ia telah mengabdi sekitar 11 tahun dan memberikan seluruh energi serta kemampuannya untuk Kompas TV,” ujar Rosianna Silalahi dalam siaran langsung YouTube Kompas TV saat prosesi pemakaman Aina, Rabu pagi (29/4/2026).
Inilah sosok Nur Ainia Eka Rahmadhynna, salah satu korban tewas dalam tragedi kecelakaan maut di Bekasi Timur. (Tribunnews.com)
Ia juga mengungkapkan bahwa Nur Ainia sudah bergabung dengan Kompas TV bahkan sebelum menyelesaikan pendidikannya.
Sejak sebelum wisuda, almarhumah telah dipercaya untuk mulai berkarier dan menunjukkan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa insiden ini diduga bermula dari KRL yang menabrak mobil lstrik VinFast taksi hijau di perlintasan.
Dia menduga insiden di perlintasan tersebut menjadi salah satu faktor yang berujung pada tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL.
“Kejadian ini dimulai dengan adanya temperan taksi hijau di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplacement Bekasi Timur ini agak terganggu,” ucapnya di Stasiun Bekasi Timur, dilansir dari Kompas.com.
Akibat insiden itu, perjalanan KRL terganggu dan rangkaian kereta harus berhenti di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur.
Sejumlah penumpang disebut sempat panik karena kereta mendadak berhenti cukup lama.
Taksi yang tertemper KRL tersebut juga menyebabkan gangguan pada sistem persinyalan atau gangguan operasional.
Akibatnya, KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir-Surabaya Pasarturi tetap melaju dengan kencang sehingga tabrakan pun tidak dapat dihindari dan menghantam gerbong paling belakang KRL dengan keras.
Gerbong yang terkena benturan paling parah merupakan kereta khusus wanita.
Sejumlah penumpang di dalamnya kesulitan mengevakuasi diri karena akses keluar tertutup bangku dan bagian gerbong yang rusak.
Ambulans telah disiagakan di area parkir Stasiun Bekasi Timur, sementara korban luka dievakuasi menggunakan tandu oleh petugas.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
(Tribun Sumsel/Kompas.com/Surya.co.id/Bangkapos.com)