Mensos Bakal Asesmen Bantuan untuk Keluarga Korban Kecelakaan KA Bekasi
Hasanudin Aco April 29, 2026 03:23 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan pemerintah akan memberikan bantuan kepada keluarga korban kecelakaan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.

Gus Ipul mengatakan Kemensos akan melakukan proses asesmen mengenai bentuk bantuan untuk keluarga korban. 

"Yang untuk korban kecelakaan, tentu kami akan mencoba mengasesmen keluarga-keluarga korban," ujar Gus Ipul di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Ia menjelaskan bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat langsung.

Bantuan, kata Gus Ipul, dapat juga mencakup pendampingan dan pemberdayaan bagi keluarga korban yang membutuhkan.

"Misalnya ada keluarga-keluarga korban yang mungkin memerlukan pendampingan, dukungan-dukungan, pemberdayaan dan lain sebagainya, kita akan berikan bantuan," katanya.

Gus Ipul menambahkan untuk santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia, mekanisme utamanya tetap melalui skema asuransi yang dikelola Jasa Raharja.

"Untuk ahli waris itu kan biasanya dengan Jasa Raharja, ada asuransinya," ujarnya.

Namun demikian, Kementerian Sosial tetap akan hadir memberikan dukungan tambahan bagi keluarga korban di luar santunan tersebut, sesuai dengan hasil asesmen yang dilakukan.

"Tetapi untuk keluarga, itu Insya Allah kita akan berikan dukungan sesuai hasil asesmen nanti," kata Gus Ipul.

Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026, melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek. 

Insiden bermula dari sebuah taksi listrik yang tertabrak KRL di perlintasan Bulak Kapal, lalu dilanjutkan dengan tabrakan keras antara KRL yang berhenti dan KA Argo Bromo Anggrek dari belakang.

Hingga 29 April 2026, tercatat 16 orang tewas dan puluhan luka-luka lainnya .  

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.