Deteksi Dini Potensi Penyakit, Ketua TP PKK Bangka Tengah Ajak Perempuan Aktif Skrining Kesehatan 
Ajie Gusti Prabowo April 29, 2026 06:50 PM

KOBA, BABEL NEWS - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bangka Tengah, Eva Algafry, mengajak para perempuan untuk aktif melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Hal itu disampaikan Eva Algafry, saat hadir dalam agenda Seminar Gerakan Pengendalian Penyakit Prioritas pada Kelompok Usia Produktif di Pendopo Rumah Dinas Bupati Bangka Tengah, Kecamatan Koba, Selasa (28/4).

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara rutin tersebut menjadi langkah deteksi dini potensi sejumlah penyakit, khususnya kanker payudara yang sangat rentan terjadi pada perempuan. "Kita jangan takut untuk cek kesehatan. Justru dengan pemeriksaan sejak dini, kita bisa mengetahui kondisi tubuh dan risiko penyakit lebih cepat, sehingga penanganannya juga bisa dilakukan lebih awal," ujar Eva Algafry, dalam keterangan yang diterima Bangkapos.com, Rabu (29/4).

Diakuinya, kesadaran perempuan dalam menjaga kesehatan diri merupakan langkah penting untuk menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera. Dirinya juga mengingatkan, pentingnya mensyukuri kondisi sehat yang dimiliki saat ini serta memanfaatkannya untuk hal-hal positif.

"Pada detik ini banyak sekali orang yang berharap sehat seperti kita, pada detik ini juga banyak sekali orang yang bernapas saja harus dibantu dengan alat napas. Oleh karena itu, mari kita gunakan masa sehat kita untuk hal-hal bermanfaat, lebih bermanfaat lagi ilmu yang kita dapatkan dibagikan ke orang lain," tambahnya.

Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Bangka Tengah, Diah Vitaloka mengatakan, penyakit kanker masih menjadi salah satu tantangan kesehatan utama bagi perempuan di seluruh dunia, termasuk di Bangka Tengah.

Diah menyebutkan, beberapa jenis kanker yang paling umum dan mematikan bagi perempuan yaitu kanker serviks, kanker payudara, ataupun kanker ovarium. "Kanker tetap menjadi salah satu tantangan kesehatan utama yang kita hadapi. Namun kabar baiknya, dengan kemajuan ilmu kedokteran, deteksi dini dan skrining dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan secara signifikan," ungkapnya.

Ia juga menyoroti masih rendahnya kesadaran perempuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Ia menyebutkan, banyak perempuan enggan melakukan skrining karena takut, kurang informasi, hingga faktor biaya dan stigma sosial.

"Ibu-ibu, jangan takut untuk memeriksakan diri. Apalagi saat ini banyak layanan skrining yang difasilitasi pemerintah secara gratis. Mari kita jaga kesehatan agar tetap sehat, aktif, dan produktif," tuturnya. (*/w4)

Dinkes Waspadai Penambahan Kasus Kanker
DINAS Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah memberikan perhatian khusus pada tingginya potensi angka penambahan kasus penyakit kanker dalam beberapa waktu terakhir. Kewaspadaan tersebut diberikan pada jumlah kasus kanker, khususnya kanker payudara, di Bangka Tengah terbilang masih cukup tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah, Zaitun menyampaikan, data terakhir menunjukkan jika kasus kanker payudara yang ditangani di rumah sakit milik daerah telah mencapai lebih dari 50 orang. Bahkan, laporan dari Puskesmas pada tahun 2025 menunjukkan lebih dari 14 kasus.

"Kondisi yang lebih memprihatinkan, banyak pasien datang ke rumah sakit sudah dalam keadaan parah. Padahal jika dideteksi lebih awal, peluang kesembuhan jauh lebih besar," kata Zaitun, Rabu (29/4).

Zaitun mengajak masyarakat khsusunya para perempuan untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Ia menjelaskan, skrining itu merupakan langkah paling efektif untuk mendeteksi sejumlah penyakit seperti kanker sejak dini.

Terlebih lagi untuk saat ini berbagai layanan skrining seperti IVA Test, Pap smear, hingga HPV DNA telah disediakan secara gratis melalui program Dinas Kesehatan. "Kami mengajak seluruh ibu-ibu untuk ikut skrining. Semua layanan ini difasilitasi pemerintah dan tidak dipungut biaya," ujarnya.

Dirinya menyebutkan, ketika penyakit ini bisa diketahui lebih awal, akan membuat langkah penanganannya bisa lebih tepat sehingga dapat minimalisir resiko. "Jangan tunggu sakit, datanglah ke Puskesmas dalam kondisi sehat untuk melakukan pemeriksaan," harapnya. (w4)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.