BANGKAPOS.COM, BANGKA -- OJK Provinsi Bangka Belitung mencatat kinerja sektor jasa keuangan yang tetap stabil, dalam menghadapi tantangan ekonomi di awal Triwulan II-2026.
Kepala OJK Provinsi Bangka Belitung Eko Wijaya menggatakan hingga Februari 2026, stabilitas sektor perbankan di Provinsi Bangka Belitung tetap terjaga dengan profil risiko yang terkendali.
"Aset perbankan tumbuh sebesar 2,49 persen (ytd), Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 3,15 persen (ytd), sementara rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) berada pada level 2,92 persen. Adapun rasio Loan to Deposit Ratio (LDR), tercatat sebesar 110,15 persen," ujar Eko Wijaya, Rabu (29/4/2026).
Di sektor pasar modal, Eko mengatakan untuk minat investasi masyarakat di Provinsi Bangka Belitung terus meningkat.
Data data OJK hingga Maret 2026 akumulasi Single Investor Identification (SID) mencapai 159.118 SID, tumbuh 22,12 persen dibandingkan posisi Desember 2025.
"Kota Pangkalpinang menjadi wilayah dengan nilai transaksi saham tertinggi, yakni mencapai Rp 812,70 miliar," ucapnya.
Selain menjalankan fungsi pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan, OJK juga terus berperan aktif sebagai penggerak penguatan ekonomi daerah melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Pada tahun 2026, Kantor OJK Provinsi Bangka Belitung menetapkan lima target program strategis, antara lain peningkatan akses keuangan pelajar, optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta pengembangan Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Kampung Terasi Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.
"Hingga April 2026 realisasi kegiatan sosialisasi dan edukasi keuangan telah dilaksanakan sebanyak 13 kegiatan yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari mahasiswa, santri dan pelajar, nelayan, pelaku UMKM, serta kelompok prioritas lainnya," bebernya.
Eko mengungkapkan dalam upaya melindungi konsumen, OJK terus memperkuat peran Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (satgas PASTI) untuk menangani ancaman investasi bodong dan pinjaman online ilegal yang meresahkan masyarakat.
"OJK Provinsi Bangka Belitung akan meluncurkan Indonesia Anti-Scam Center pada bulan Mei mendatang yang akan menjadi langkah strategis, untuk mempercepat penanganan kasus penipuan atau scam di sektor keuangan," bebernya.
Eko berkomitmen OJK dapat terus proaktif dengan memberikan inovasi layanan konsumen, melalui layanan keliling Grebek Pasar Simolek serta kanal pengaduan online dan offline yang dapat menjangkau masyarakat di pelosok daerah.
"OJK menegaskan komitmennya untuk terus menjunjung tinggi prinsip transparansi serta memperkuat kolaborasi, menyampaikan informasi yang akurat dan edukatif kepada masyarakat," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)