Laporan Wartawan TrinunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menyampaikan tantangan pariwisata saat ini, yakni kenaikan harga tiket dan gejolak geopolitik global.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB, Ahmad Nur Aulia menyampaikan, ada beberapa wisatawan menunda kedatangannya ke NTB terutama yang memilih penebangan transit di Timur Tengah.
"Kami dapat informasi dari beberapa travel agen sehubungan dengan dinamika geopolitik, ini ada beberapa yang suspend khususnya yang melalui transit timur tengah," kata Aulia, Rabu (29/4/2026).
Aulia mengatakan saat ini dampaknya belum terasa karena ini masih musim sepi (Low season), hanya saja jika kondisi ini terus berlanjut bisa saja ini berdampak saat musim ramai (High season).
Baca juga: Konektivitas Pariwisata di NTB Kini Semakin Mudah dengan Layanan Transportasi KSPN
Melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 24 Tahun 2026 pemerintah memberikan insentif untuk pajak pertambahan nilai (PPN), kebijakan ini berlaku selama 60 hari.
Ini dilakukan untuk menekan harga tiket yang belakangan mengalami kenaikan. Harapannya kunjungan wisatawan tetap stabil walaupun ada beberapa kondisi saat ini.
"Dampaknya belum terasa, karena ini low season," kata mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMPD Dukcapil).
Meski demikian Aulia tetap optimis target kunjungan wisata ke NTB bisa tembus 2,5 juta orang, ia percaya kepada para pelaku pariwisata memiliki strategi dalam menarik wisatawan ke NTB.
Aulia juga mengatakan walaupun harga tiket pesawat mengalami kenaikan, namun ada dua event internasional yang diselenggarakan di Lombok pada minggu ini. Yakni GT World Challenge Asia di Sirkuit Mandalika dan Rinjani 100 di Sembalun.
Berdasarkan laporan penyelenggara, tiket untuk ajang balapan internasional ini sudah dibeli oleh ribuan orang. Sementara ajang balap lari di Sembalun juga akan diikuti ribuan orang.
"Nanti kita lihat seperti apa kondisinya," kata Aulia saat dikonfirmasi terkait dampak kenaikan tiket pesawat dan kondisi geopolitik global terhadap imbas kunjungan wisatawan.
(*)