TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rusianti masih tampak syok di sekitar Pasar Kanjengan Kota Semarang, Rabu (29/4/2026) malam.
Perempuan yang sudah puluhan tahun berdagang di kawasan itu nyaris terjebak saat api melalap deretan ruko di Blok F.
Rabu (29/4/2026) malam itu, sekira pukul 21.00, Rusanti yang kesehariannya berdagang buah itu sudah bersiap beristirahat di lapak sederhana yang juga dia gunakan untuk tidur.
Baca juga: BREAKING NEWS, Rabu Malam Pasar Kanjengan Semarang Terbakar
“Saya sudah mau tidur, anak saya tadi habis main. Kondisinya memang sudah gelap karena mati lampu,” ujarnya.
Menurutnya, listrik di kawasan pasar padam terlebih dahulu sebelum muncul kabar adanya kebakaran.
Namun dia tidak bisa memastikan apakah padamnya listrik menjadi penyebab atau justru dampak dari api yang mulai membesar.
“Awalnya mati lampu. Saya kira memang listrik padam biasa. Tapi ternyata ada yang teriak kebakaran dari arah pojok sana (timur),” katanya.
Teriakan itu sontak membuatnya panik. Dalam kondisi gelap, Rusianti bergegas keluar menyelamatkan diri.
“Langsung bangun dan keluar. Gelap, tapi harus keluar,” ujarnya singkat.
Rusianti menyebut, api pertama kali terlihat dari bagian sudut bangunan.
Dalam waktu singkat, kobaran membesar dan menjalar ke ruko lain.
Perempuan yang sudah menempati lokasi tersebut sejak akhir 1990 itu mengatakan, kebakaran kali ini menjadi yang pertama selama dia berdagang di Pasar Kanjengan.
“Sudah lama di sini, dari anak saya lahir pada 1997. Baru kali ini ada kebakaran sebesar ini,” ungkapnya.
Di lokasi tersebut, Rusianti sehari-hari berjualan buah, khususnya pepaya.
Namun pada malam hari, lapaknya lebih sering digunakan sebagai tempat beristirahat karena keterbatasan tempat tinggal.
Baca juga: Tragedi Adik Tusuk Kakak Hingga Meninggal di Semarang, Ayah Syok Kehilangan Dua Anak Sekaligus
“Saya jualan pepaya. Tapi malam dipakai tidur, seperti numpang di dekat kamar mandi umum,” jelasnya.
Dia memperkirakan ada sekira 10 hingga 12 pedagang yang sederetan dengannya.
Kini, sebagian besar dari mereka hanya bisa pasrah melihat tempat usahanya terdampak kebakaran.
Rusanti bersyukur masih bisa menyelamatkan diri, meski belum mengetahui pasti kondisi barang dagangannya.
“Yang penting selamat dulu,” ucapnya pelan.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima Tribunjateng.com, Kamis (30/4/2026) dini hari, sekira 480 kios terdampak kebakaran.
Hingga Kamis (30/4/2026) pukul 01.08 petugas pemadam kebakaran masih berjibaku melakukan pemadaman api. (*)