Korban 16 Tewas, Polisi Periksa Masinis dan Sopir Taksi Terkait Tragedi Bekasi Timur
Tim TribunTrends April 30, 2026 11:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM -- Pihak kepolisian akan memeriksa sejumlah pihak terkait insiden kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur yang menelan korban jiwa. Masinis KRL Commuter Line, masinis KA Argo Bromo Anggrek, hingga sopir taksi hijau dijadwalkan menjalani pemeriksaan untuk mengungkap penyebab pasti peristiwa tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan guna mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam kecelakaan yang telah menewaskan 16 orang tersebut. Selain itu, polisi juga akan menelusuri kemungkinan faktor teknis yang turut berperan dalam kejadian ini.

"Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP," kata Budi, Rabu (29/4/2026).

Dalam proses penyelidikan, kepolisian juga akan bekerja sama dengan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mendapatkan hasil investigasi yang komprehensif.

Berdasarkan data terbaru, jumlah korban akibat kecelakaan ini mencapai 106 orang. Dari total tersebut, 16 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 90 lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.

"Total korban 106 dengan rincian 90 pasien kondisi luka di mana 44 pasien sudah kembali dan 46 pasien observasi, serta 16 orang meninggal dunia," ujar Budi.

Para korban luka saat ini mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

PENYELIDIKAN KECELAKAAN KERETA - Petugas kepolisian akan memeriksa masinis KRL, masinis KA Argo Bromo Anggrek, serta sopir taksi hijau untuk mengungkap penyebab kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, April 2026.
PENYELIDIKAN KECELAKAAN KERETA - Petugas kepolisian akan memeriksa masinis KRL, masinis KA Argo Bromo Anggrek, serta sopir taksi hijau untuk mengungkap penyebab kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, April 2026. (Tribunnews.com/dok)

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga mengambil langkah cepat dengan menyediakan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur. Fasilitas ini ditujukan untuk membantu keluarga korban memperoleh informasi terkait kondisi penumpang.

"KAI menyiapkan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait korban dan penumpang. Keluarga dapat menghubungi Contact Center KAI 121," ujar Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin.

Baca juga: Raffi Ahmad Datangi TKP Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo di Bekasi, Sampaikan Duka ke Keluarga Korban

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, turut menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban dan keluarga yang terdampak akibat peristiwa ini. Ia menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik.

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan, serta kepada seluruh pelanggan yang terdampak. Fokus kami saat ini adalah memastikan setiap korban mendapatkan penanganan terbaik, keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan, dan seluruh proses berjalan dengan kehati-hatian serta koordinasi yang kuat," ucap Anne.

Hingga kini, proses penyelidikan masih terus berlangsung guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan serta memastikan langkah pencegahan ke depan dapat dilakukan secara maksimal. (Tribun Trends/Tribunnews Bogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.