Sosok Firnando Ganinduto, Anggota Komisi IV DPR Desak Dirut KAI Mundur Pasca Kecelakaan
Rita Lismini April 30, 2026 11:40 AM

TRIBUNBENGKULU.COM - Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Hadityo Ganinduto, menyampaikan duka mendalam dan keprihatinan atas jatuhnya korban meninggal dan luka luka dalam kecelakaan KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur. 

"Insiden ini merupakan indikasi kuat adanya kegagalan sistemik dalam manajemen operasional yang seharusnya mampu mencegah tabrakan antar kereta di jalur yang sama," kata Firnando kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).

Firnando sebagai mitra KAI dikomisi VI DPR RI menilai, salah satu aspek paling krusial yang harus dievaluasi adalah sistem KRL tidak mampu mendeteksi keberadaan kereta yang sedang berhenti di depannya. 

Dalam sistem perkeretaapian modern, keberadaan teknologi seperti automatic signaling, train protection system, hingga fail-safe mechanism seharusnya dapat mencegah terjadinya tabrakan, bahkan dalam kondisi human error sekalipun. 

"Ketidakmampuan sistem dalam mengantisipasi kondisi tersebut menunjukkan adanya celah serius dalam integrasi teknologi dan pengawasan operasional," ucapnya.

Lebih lanjut, Firnando menyoroti tanggung jawab manajerial di tingkat tertinggi, termasuk Direktur Utama KAI. 

"Ada pertanyaan mendasar mengenai efektivitas pengawasan, kesiapan sistem keselamatan, serta standar operasional yang diterapkan. Ini adalah tanggung jawab manajemen puncak, kami mendesak dirut KAI untuk mengudurkan diri," ujarnya.

Firnando juga menilai, kejadian ini mencerminkan lemahnya implementasi manajemen keselamatan (safety management) yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam industri transportasi publik. 

Selain itu, ia mendorong dilakukannya audit menyeluruh terhadap manajemen operasional KAI, termasuk evaluasi terhadap sistem komunikasi antar stasiun, prosedur pemberhentian darurat, serta keandalan teknologi deteksi dan pengendalian kereta.

Lantas siapakah Firnando Ganinduto yang berani mendesak Dirut PT KAI mundur dari jabatannya? 

Berikut Profil Lengkap Firnando Hadityo Ganinduto

Firnando Hadityo Ganinduto adalah politisi Indonesia yang menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2024–2029.

Ia merupakan kader Partai Golongan Karya (Golkar) dan mewakili Daerah Pemilihan Jawa Tengah I.

Firnando dikenal sebagai legislator muda dan profesional yang membawa pengalaman bisnis dan pemerintahan dalam kerja legislatifnya.

Sebelum terjun ke dunia politik elektoral, Firnando Hadityo Ganinduto memiliki karir yang kuat di sektor korporasi.

Ia pernah menjadi Vice President di PT CFLD Indonesia serta menduduki posisi manajerial di berbagai perusahaan di Indonesia, termasuk sebagai Senior Manager Government Relations di PT Sorikmas Mining dan bagian Business Development di PT Indika Energy Tbk.

Ia juga pernah bekerja di sektor perbankan sebagai Relationship Manager di DBS Bank.

Di parlemen, Firnando ditempatkan di Komisi VI DPR RI , yang membidangi urusan perdagangan, BUMN, koperasi & UMKM, investasi, serta standar nasional.

Ia aktif mewakili peran media parlemen dan pentingnya transparansi dalam tugas legislatif.

Firnando merupakan bagian dari generasi politisi muda yang meneruskan tradisi keterlibatan keluarga dalam politik, dengan latar belakang pendidikan internasional dan pengalaman profesional yang kuat.

Keberhasilannya meraih kursi DPR RI dari Dapil Jawa Tengah menunjukkan dukungan masyarakat terhadap capaiannya dalam pemilu 2024.

Riwayat Pendidikan Firnando Hadityo Ganinduto

SD Al Azhar Kemang (1985–1991)

SMP Al Azhar Pejaten (1991–1994)

Wesly College (1994–1997)

Diploma, Valley Forge (2002–2004)

S1 Bisnis Internasional, Berkley College (lulus 2006)

Riwayat Jabatan Firnando Hadityo Ganinduto

Anggota DPR RI (2024–2029) – Partai Golkar

Anggota Komisi VI DPR RI (Periode 2024–2029)

Wakil Presiden, PT CFLD Indonesia (2016–2024)

Manajer Senior Hubungan Pemerintah, PT Sorikmas Mining (2012–2016)

Pengembangan Bisnis, PT Indika Energy Tbk (2008–2012)

Manajer Hubungan Pelanggan, DBS Bank (2006–2008)

Wakil Bendahara Umum, DPP MKGR (Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong)

Dugaan Penyebab Kecelakaan Kereta api 

Di tengah proses investigasi yang masih berjalan, muncul berbagai spekulasi soal penyebab kecelakaan, termasuk video viral yang menyebut adanya dugaan gangguan sinyal.

Seorang pria berseragam KAI mengatakan ada dugaan sinyal eror sehingga KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL. 

Merespons hal tersebut, Direktur Utama (Dirut) PT KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan pihaknya mendukung investigasi dari KNKT mengenai penyebab pasti tabrakan.

"Ya tentunya seperti yang saya sampaikan sebelumnya adalah kita mendukung penuh investigasi yang sedang dan akan dilakukan oleh KNKT. Dan tentunya kita juga akan mematuhi dan akan mengikuti semua rekomendasi yang akan dilakukan oleh KNKT. Untuk sementara itu yang bisa saya jawab," jelas Bobby saat konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Dalam kesempatan yang sama, Bobby menegaskan bahwa layanan KRL di Stasiun Bekasi Timur mulai dibuka pada Rabu (29/4) siang. 

Semua akan dipastikan beroperasi seperti sebelumnya.

"Insyaallah siang kita akan membuka layanan KRL kita, Cikarang Line yang akan beroperasi dan berfrekuensi sama dengan sebelumnya," ujarnya.

Bobby menegaskan bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas KAI. 

Pihaknya tidak ingin menurunkan tingkat keselamatan.

"Kami perlu menegaskan juga, keselamatan adalah prioritas kami. Kami tidak ada toleransi sama sekali untuk melanggar atau tingkat keselamatan," katanya.

Pasca kecelakaan, kini sejumlah pejabat PT Kereta Api Indonesia (KAI) ikut jadi sorotan setelah mencuatnya tragedi tabrakan kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026).

Satu diantara nama yang ikut disorot adalah Bobby Rasyidin.

Bobby Rasyidin merupakan Direktur Utama PT KAI.

Ia menjabat sebagai Dirut PT KAI sejak 12 Agustus 2025, menggantikan Didiek Hartantyo.

Profil Bobby Rasyidin

Bobby Rasyidin merupakan salah satu profesional Indonesia yang menonjol di sektor industri strategis, khususnya di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dengan pengalaman panjang di bidang teknologi, manajemen, dan kepemimpinan korporasi, ia kini dipercaya memegang posisi tertinggi sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Sosoknya dikenal sebagai pemimpin yang memiliki visi transformasi dan rekam jejak kuat dalam mengelola perusahaan berbasis teknologi dan infrastruktur.

Lahir pada 31 Oktober 1974, Bobby Rasyidin menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB), salah satu kampus teknik terbaik di Indonesia.

Ia kemudian memperluas wawasan globalnya dengan mengambil Master of Psychology in Management di Amerika Serikat, serta melanjutkan studi di University of New South Wales, Australia.

Kombinasi pendidikan teknik dan manajemen ini menjadi fondasi penting dalam membentuk gaya kepemimpinannya yang adaptif dan strategis.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.