Drainase Tertutup Tanah, Jalan Pattimura Pasangkayu Rawan Banjir saat Hujan
Nurhadi Hasbi April 30, 2026 11:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Kondisi drainase di Jalan Pattimura, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, dikeluhkan warga. Saluran air tersebut tertutup tanah dan sampah sehingga tidak lagi berfungsi optimal dan memicu genangan hingga banjir saat hujan turun.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, Kamis (30/4/2026), terlihat sepanjang kurang lebih 200 meter drainase di ruas jalan tersebut tertutup tanah hampir sepenuhnya.

Hanya tersisa beberapa sentimeter bagian fondasi drainase yang masih terlihat, sementara bagian dalamnya dipenuhi endapan pasir dan lumpur.

Baca juga: Jorok ! Sampah Plastik Menumpuk di Drainase Jl Yos Sudarso Binanga Mamuju, Air Sampai Hitam Pekat

Baca juga: Limbah Dapur MBG Penuhi Saluran Drainase Depan Gedung DPRD Polman, Busuk Menyengat

Sedimentasi dan Sampah Perparah Kondisi

Selain itu, sampah rumah tangga juga tampak berserakan di sepanjang saluran, memperparah kondisi yang ada.

Air yang seharusnya mengalir lancar justru tertahan hingga akhirnya meluap ke badan jalan saat intensitas hujan meningkat.

Akibatnya, kawasan tersebut kerap dilanda banjir, terutama pada musim hujan.

Genangan air bahkan sering mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan yang melintas.

Salah seorang warga setempat, Sultan, saat ditemui di lokasi mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan belum ada penanganan yang maksimal.

“Kalau hujan deras, air cepat sekali meluap ke jalan. Drainasenya sudah tertutup tanah, jadi air tidak punya jalur untuk mengalir,” ujarnya.

Ia juga menuturkan bahwa pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebenarnya sudah beberapa kali melakukan pengerukan drainase. Namun, hasilnya tidak bertahan lama.

“Memang pernah digali, tapi tidak lama kemudian tertutup lagi. Tanah dan pasir dari sekitar sini terbawa air masuk ke dalam drainase, jadi cepat dangkal lagi,” tambahnya.

Menurut Sultan, kondisi geografis di sekitar lokasi yang cenderung memiliki timbunan tanah di sisi jalan menjadi salah satu penyebab utama sedimentasi tersebut.

Saat hujan turun, material tanah dengan mudah hanyut dan masuk ke dalam saluran.

Warga pun berharap adanya penanganan yang lebih permanen dari pemerintah terkait, seperti pembangunan drainase yang lebih dalam atau pemasangan penahan tanah di sekitar saluran agar tidak mudah tergerus air.

Selain itu, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan juga dinilai penting untuk menjaga fungsi drainase tetap optimal.

“Kalau cuma digali saja tanpa ada solusi jangka panjang, pasti akan begini lagi. Kami harap ada perhatian serius supaya tidak terus-terusan banjir,” harapnya.

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.