TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Berikut profil lengkap Yangto, anggota DPRD Pandeglang sekaligus Ketua DPD NasDem Kabupaten Pandeglang periode 2026-2029.
Yangto lahir tahun 1979 di Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, berlatar belakang pekerjaan orang tua sebagai petani.
Ia lulus sekolah di SMA Muhammadiyah di Labuan tahun 1998.
Setelah itu ia melanjutkan pendidikan S1 masuk fakultas hukum di Universitas Mathla'ul Anwar Pandeglang, lulus tahun 2002.
Kemudian ia melanjutkan kembali pendidikan S2 di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Iblam Depok, lulus tahun 2004.
Saat ini, pria yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Pandeglang itu juga tengah menyelesaikan pendidikan S3 nya di Universitas Islam Negeri (UIN) Banten.
Semasa sekolah hingga kuliah, Yangto selalu menduduki jabatan strategis. Mulai dari ketua OSIS, ketua komisariat HMI dan Ketua BEM.
Bahkan, ia juga pernah menjadi ketua KNPI dan ketua Kormi Kabupaten Pandeglang.
"Jadi memang saya aktif di organisasi dari dulu juga, termasuk organisasi pergerakan. Makanya wajar saya selalu menghadapi orang banyak," katanya dalam sambungan telepon, Rabu (29/4/2026).
Baca juga: Yangto Resmi Pimpin NasDem Pandeglang Periode 2026-2029, Buka Pendaftaran Caleg Tanpa Mahar
Sebelum duduk di kursi DPRD Pandeglang sekarang ini, ia pernah aktif sebagai anggota pengawas pemilu tahun 1999.
Ia juga pernah menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pandeglang selama dua periode dari 2003 hingga 2014.
Setelah itu, ia kemudian mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Pandeglang Dapil 3 dari partai NasDem.
"Sebelum saya jadi anggota DPRD, saya aktif di penyelanggara dulu, setelah itu baru mencalonkan diri dari NasDem," katanya.
Ia duduk di DPRD Pandeglang sudah tiga periode sejak tahun 2014 hingga 2029.
"Iya tiga periode," katanya.
Pria yang kini berusia 47 itu mengungkapkan, alasan dirinya masuk ke dunia politik lantaran melihat berbagai kondisi yang terjadi di lingkungan masyarakat, salah satunya adalah persoalan infrastruktur jalan.
"Kebetulan saya dari dapil Selatan, waktu itu jalanya banyak yang rusak. Makanya saya ingin menyampaikan aspirasi yang dikeluhkan masyarakat," bebernya.
"Alhamdulillah sekarang, jalan lintas kabupaten dan provinsi mungkin sudah beres 80 persen," tambahnya.
Meskipun begitu, kata dia, masih banyak pekerjaan rumah (PR) soal infrastruktur di wilayahnya yang belum selesai sepenuhnya.
Ia juga memberikan pesan kepada anak-anak muda di Kabupaten Pandeglang, bahwa pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan.
Sehingga kualitas keilmuan harus dipersiapkan untuk mencapai visi tujuan ke depan.
"Jadi pemuda harus menata kemampuan, jejaringan sosial, dan terus berjuang. Karena tadi pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan," pungkasnya.