TRIBUNNEWSMAKER.COM - Profesi para korban tewas dalam tabrakan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek terungkap sangat beragam, mencerminkan latar belakang kehidupan yang berbeda-beda.
Mulai dari guru yang mengabdi di dunia pendidikan, tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan pelayanan, hingga mahasiswi yang tengah merintis masa depan, semuanya menjadi bagian dari tragedi ini.
Pada malam nahas itu, Senin (27/4/2026), para korban pulang seperti hari-hari biasa setelah menjalani rutinitas masing-masing.
Namun, perjalanan yang seharusnya berakhir di rumah justru berhenti selamanya di Stasiun Bekasi Timur.
Salah satu korban adalah Nurlaela (39), seorang guru di SDN Pulogebang 11 Jakarta Timur yang dikenal berdedikasi dalam mendidik anak-anak.
Pengabdiannya sebagai tenaga pendidik kini hanya tinggal kenangan bagi murid dan rekan sejawatnya.
Selain itu, ada Ida Nuraida (48), seorang perawat di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih yang selama ini berada di garis depan pelayanan kesehatan.
Ia terbiasa menangani pasien dengan penuh empati, namun takdir berkata lain pada malam kejadian tersebut.
Baca juga: Sosok Nurlaela Guru SD Korban Kecelakaan KRL, Dapat Penghargaan Anumerta, Ahli Waris Dapat Beasiswa
Farida Utami (50) juga termasuk dalam daftar korban, yang sehari-hari bertugas di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
Ruang IGD yang menjadi tempatnya menyelamatkan banyak nyawa kini justru menjadi saksi bahwa ia tak dapat diselamatkan dari tragedi ini.
Di tengah masyarakat, sosok Nuryati (41) dikenal aktif sebagai kader PKK sekaligus Jumantik di Kelurahan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Perannya dalam menjaga kesehatan lingkungan membuat kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi warga sekitar.
Sebagian korban lainnya masih berada dalam fase menempuh pendidikan demi meraih cita-cita.
Nur Alimantun Citra Lestari (19) diketahui sebagai mahasiswi Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi Trisakti yang tengah meniti masa depan.
Sementara itu, Gita Septia Wardany (20) merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika yang aktif dalam kegiatan kampus.
Ada pula korban yang telah menyelesaikan pendidikan dan mulai menapaki dunia profesional.
Baca juga: Kucing Milik Korban Tabrakan KRL Terlihat Mendekat ke Peti Mati, Jurnalis Kompas TV Tinggalkan Duka
Vica Acnia Fratiwi (23) adalah alumnus Teknik Elektro Universitas Lampung angkatan 2020 yang sedang membangun kariernya.
Arinjani Novita Sari (25), lulusan Akuntansi President University angkatan 2019, serta Adelia Rifani, alumnus Teknik Geofisika Universitas Brawijaya angkatan 2018, juga termasuk di antaranya.
Di sektor media, Nur Ainia Eka Rahmadhyna (32) bekerja di Kompas TV sebagai bagian dari News Production Support Department.
Sementara itu, data terbaru mencatat total korban meninggal dunia dalam kecelakaan ini mencapai 16 orang.
Sebagaimana disampaikan, “16 orang meninggal dunia. Update tanggal 29 April 2026 jam 11.00 WIB untuk satu pasien meninggal dunia atas nama MC,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto.
- RS Polri Kramat Jati:
- RSUD Kota Bekasi:
- Rumah Sakit Bella Bekasi:
Di tengah duka, puluhan korban lainnya masih menjalani perawatan.
Sebanyak 90 orang sempat dirawat di sejumlah rumah sakit, dengan 44 pasien telah diperbolehkan pulang dan 46 lainnya masih dalam observasi.
Di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, jumlah pasien rawat inap kini tersisa 23 orang, menurun dari 54 pasien pada awal kejadian.
Kecelakaan bermula dari insiden KRL arah ke Jakarta yang menabrak sebuah taksi di perlintasan, sebelum akhirnya terjadi tabrakan KRL arah ke Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek di emplasemen Stasiun Bekasi Timur.
Peristiwa itu menyebabkan 16 korban jiwa serta puluhan korban luka. Sementara seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.
(TribunNewsmaker.com/ Kompas.com)