BANGKAPOS.COM - Apartemen Mediterania Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat kebakaran pada Kamis (30/4/2026) pagi.
Belum diketahui apa penyebabnya.
Termasuk kronologi awal mula terjadinya kebakaran.
Belum ada penjelasan resmi dari otoritas terkait.
Sejauh ini, upaya evakuasi besaran-besaran dilakukan petugas pemadam kebakaran.
25 Korban Terjebak
Dilaporkan ada sekitar 25 korban yang terjebak di Apartemen Mediterania Tanjung Duren saat kebakaran terjadi.
Mengutip kompas.com yang melakukan pantauan di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB, petugas memasang tangga darurat di empat titik di sisi kanan dan kiri tower apartemen.
Tangga darurat itu dibentangkan dari area parkir di lantai dasar menuju balkon unit penghuni di lantai tujuh.
Petugas yang masuk ke gedung mengenakan perlengkapan lengkap, mulai dari pakaian tahan api, masker, hingga tabung oksigen di punggung.
Kondisi api dilaporkan sudah berhasil dilokalisasi.
Namun, asap tebal masih terus memenuhi area apartemen dan masuk ke unit-unit milik warga.
Asap berwarna abu-abu pekat juga masih membubung dari lantai 5 dan 6.
Salah satu korban yang tak sadarkan diri akibat kekurangan oksigen dievakuasi menggunakan tandu, diikat, lalu diturunkan melalui tangga darurat.
Berdasarkan data di papan informasi posko Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, sekitar 25 penghuni masih terjebak di dalam apartemen.
Para penghuni tersebut berada di Tower C, mulai dari lantai 6 hingga lantai 33.
Sejumlah penghuni yang berada di lantai enam dan di atasnya tampak panik dan meminta pertolongan dari jendela.
Petugas berupaya menenangkan mereka menggunakan pengeras suara.
Seorang petugas bahkan terlihat melakukan panggilan video dengan salah satu penghuni yang masih terjebak untuk memastikan kondisi dan memberikan arahan evakuasi.
Ambulans juga terlihat hilir mudik keluar-masuk area apartemen untuk mengevakuasi korban, baik yang masih sadar maupun yang pingsan akibat kekurangan oksigen.
Salah seorang pekerja ritel di apartemen, Abdul, mengatakan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 07.15 WIB.
Abdul menjelaskan bahwa para pekerja sudah mulai masuk sejak pukul 07.00 WIB sebelum kebakaran terjadi 15 menit kemudian.
Abdul mengatakan bahwa saat kebakaran terjadi, penghuni apartemen langsung berhamburan ke luar untuk menyelamatkan diri.
Proses evakuasi para penghuni tersebut turut dibantu oleh petugas pemadam kebakaran.
Hingga kini, petugas pemadam kebakaran masih terus melakukan proses evakuasi terhadap penghuni di lokasi kejadian.
Berdasarkan video dari Danton Damkar Jakarta Barat, Joko Susilo, terlihat asap tebal membubung dari bagian belakang salah satu gedung apartemen.
Joko melaporkan secara langsung dari lokasi bahwa upaya evakuasi terhadap para korban masih terus berlangsung.
Sejumlah tangga diarahkan ke beberapa titik jendela gedung untuk menjangkau penghuni yang terjebak.
Petugas lain juga mengimbau penghuni yang telah berada di luar gedung agar membantu mengarahkan penghuni lainnya menuju tangga darurat.
Pengakuan Korban
Seorang korban sekaligus penghuni Apartemen Mediterania Tanjung Duren bernama Joy (24) menceritakan momen mencekam saat kebakaran melanda gedung tempat tinggalnya pada Kamis (30/4/2026) pagi.
Ia harus menuruni 26 lantai melalui tangga darurat di tengah kepungan asap untuk menyelamatkan diri.
Saat kejadian, Joy mengaku tidak langsung menyadari adanya kebakaran karena sedang tertidur di dalam unitnya dan tidak mendengar bunyi alarm.
Joy baru mengetahui situasi tersebut setelah mendapat telepon dari ibunya yang sudah berangkat kerja lebih dulu.
Setelah mendapat kabar, Joy segera keluar dari unit bersama sang adik untuk menyelamatkan diri dan sempat mengetuk pintu tetangganya.
Lorong apartemen saat itu sudah sepi karena sebagian besar penghuni diduga telah lebih dulu mengevakuasi diri.
Joy merasa terlambat karena saat ia keluar, kondisi lorong sudah dipenuhi asap pekat dan hanya tersisa beberapa orang saja.
Kepanikan sempat muncul ketika Joy dan beberapa penghuni lain berusaha mencari jalur evakuasi yang aman.
Tangga darurat pertama yang mereka tuju sudah dipenuhi asap tebal sehingga tidak mungkin untuk dilalui.
Beberapa penghuni sempat berkumpul di lantai 26 sambil menunggu arahan mengenai jalur evakuasi yang tepat.
Dalam kondisi tersebut, Joy kemudian menemukan tangga darurat lain di dekat tempat pembuangan sampah yang relatif lebih aman.
Dengan menggunakan masker seadanya, ia dan adiknya memutuskan untuk segera menuruni tangga tersebut.
Meskipun asap masih ada di sepanjang jalur turun, kondisinya tidak setebal di tangga darurat sebelumnya.
Joy memilih untuk tetap tenang dan berjalan cepat tanpa berlari demi menghindari risiko terjatuh di tangga yang sempit.
Ia memperkirakan proses evakuasi mandiri tersebut berlangsung sekitar pukul 08.30 hingga 08.45 WIB.
Perjuangan menuruni puluhan lantai sambil terpapar asap membuat kondisi fisik Joy menurun drastis saat tiba di lantai dasar.
Ia mengalami sesak napas akibat kelelahan fisik dan terlalu banyak menghirup asap selama perjalanan dari lantai 26.
Setibanya di titik kumpul evakuasi, Joy langsung mendapat penanganan medis berupa kursi roda dan bantuan oksigen.
Kondisinya kini sudah mulai membaik meskipun ia mengaku masih merasakan sedikit sesak pada pernapasannya.
Berdasarkan data di posko darurat hingga pukul 12.30 WIB, sebanyak 90 penghuni telah berhasil dievakuasi dengan selamat.
Namun, sekitar 10 penghuni yang mencakup beberapa lansia dilaporkan masih terjebak di Tower C mulai dari lantai 6 hingga lantai 28.
Terdapat pula satu penghuni di lantai 6 yang dilaporkan dalam kondisi sehat tetapi memilih menolak untuk dievakuasi ke lantai dasar.
Kebakaran tersebut dilaporkan terjadi di salah satu gedung di kawasan Apartemen Mediterania Tanjung Duren pada Kamis pagi.
Berdasarkan video dari Danton Damkar Jakarta Barat, Joko Susilo, terlihat asap tebal membubung dari bagian belakang gedung tersebut.
Joko melaporkan langsung dari lokasi kejadian bahwa proses evakuasi saat ini masih berlangsung intensif.
Petugas mengerahkan tangga ke sejumlah titik jendela untuk menjangkau penghuni yang masih terjebak di dalam unit.
Warga yang telah berada di luar gedung juga diimbau untuk membantu mengarahkan penghuni lain menuju jalur evakuasi yang aman. (Kompas.com/ Bangkapos.com/ Dedy Qurniawan)