SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Berkaca pada Idul Adha sebelumnya, pembagian daging kurban di Kota Batu masih menggunakan kantong plastik.
Namun, belakangan ini, harga plastik terpantau melambung tinggi.
Untuk mengurangi pemakaian kantong plastik karena sulit terurai dan juga mahal harganya, Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto, mendorong masyarakat agar menggunakan bungkus daun pisang atau besek bambu untuk bungkus daging kurban.
Selain lebih alami, daun pisang dan besek bambu juga dapat digunakan untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai.
“Kita semua tahu harga plastik naik, dan ini bisa jadi momen beralih ke wadah alternatif yang lebih hemat dan ramah lingkungan."
"Saya rasa besek bambu atau daun pisang juga lebih bagus untuk menjaga kesegaran daging daripada plastik,” kata Heli Suyanto kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (30/4/2026).
Baca juga: Duo Maling Nyolong Honda Beat di Kota Batu, Satu Pelaku Dihajar dan Ditangkap Warga, Satunya Kabur
Heli Suyanto juga mendorong masyarakat yang hendak mengambil daging kurban supaya membawa wadah sendiri dari rumah.
Sehingga dapat meminimalisir penggunaan kantong plastik.
“Ini dapat menekan biaya operasional panitia sekaligus mengurangi sampah plastik di lingkungan masing-masing,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menilai, penggunaan kantong plastik daur ulang yang kerap berwujud kresek hitam itu selain sulit terurai juga tidak baik untuk makanan karena mengandung zat kimia yang berbahaya.
“Kalau memang harus memakai plastik, baiknya gunakan plastik bening atau kemasan food grade yang lebih aman untuk makanan,” ujarnya.
Mas Heli menekankan aspek kebersihan dan higienitas wajib menjadi prioritas utama dalam proses penyembelihan dan pengemasan hewan kurban saat Idul Adha mendatang.
Sedangkan terkait efisiensi anggaran, pengadaan plastik dapat dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih penting, seperti kebersihan lokasi penyembelihan, distribusi daging, hingga kebutuhan operasional panitia.
Baca juga: Pelaku Pelemparan Batu ke Mobil di Pujon Malang Ditangkap Polisi, Emosi Lihat Mobil Ugal-ugalan