Wabup Fajar Serahkan Bantuan ke Petani Tembakau, Dorong Produksi dan Ekspor Sumedang
Dedy Herdiana April 30, 2026 06:35 PM

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pertanian bagi petani tembakau di Desa Cibogo, Desa/ Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Kamis (30/4/2026). 

Bantuan yang diberikan meliputi rumah pengering tembakau, alat mesin pertanian (alsintan) dan pupuk untuk mendukung peningkatan produktivitas.

Fajar mengatakan, program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Sumedang yang menekankan empat prioritas utama dalam sektor pertanian, yakni ketersediaan air, pupuk, alsintan, dan irigasi.

“Empat hal ini harus menjadi fokus, karena menjadi penopang utama produktivitas pertanian, khususnya tembakau,” ujarnya.

Ia menegaskan, penyaluran bantuan tidak sekadar bersifat simbolis, melainkan diharapkan memberikan dampak jangka panjang terhadap kesejahteraan petani.

“Kami berharap ini bukan hanya simbolik, tetapi benar-benar berkelanjutan dan membawa kesejahteraan bagi petani tembakau, khususnya di Tanjungsari dan Sukasari,” katanya.

Baca juga: DPRD Sumedang Terima Banyak Keluhan PJU ‘Khas Jawa Barat’ Banyak yang Padam

Menurut Fajar, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam pengembangan komoditas tembakau di Sumedang. Program tersebut, kata dia, melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga para petani.

“Alhamdulillah kolaborasi ini melibatkan semua stakeholder, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun petani,” ucapnya.

Ia menambahkan, target produksi tembakau di Sumedang diharapkan bisa mencapai lebih dari 8 ton per tahun. Namun, faktor cuaca yang tidak menentu masih menjadi tantangan utama.

Untuk mengatasi hal itu, penggunaan teknologi seperti UV dryer dinilai dapat membantu petani dalam proses pengeringan, sehingga tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kondisi cuaca.

“Dengan adanya UV dryer, petani tidak perlu khawatir lagi terhadap cuaca buruk,” ujarnya.

Fajar juga menyoroti potensi ekspor tembakau Sumedang, terutama dua jenis tembakau indikasi geografis (IG), yakni tembakau hitam dan mole. Menurutnya, kedua komoditas tersebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan di pasar internasional.

“Potensi ekspor ini harus terus kita dorong. Apalagi tembakau Sumedang sudah memiliki pasar, seperti ke Rusia dan Jerman,” katanya.

Selain itu, ia juga mendorong pengembangan wisata berbasis tembakau di wilayah Tanjungsari sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah sektor pertanian.

“Kita ingin orang yang datang ke Sumedang tidak hanya berwisata biasa, tetapi juga bisa menikmati wisata tembakau di Tanjungsari,” katanya.  (***Kiki Andriana***)

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.