TRIBUNNEWS.COM - Tim Persita Tangerang memetik kemenangan saat berhadapan dengan PSIM Yogyakarta di lanjutan Super League, Kamis (30/4/2026) di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta.
Gol tunggal Persita Tangerang di laga ini tercipta di awal babak pertama oleh pemain asingnya, Aleksa Andrejic.
Andrejic yang berada di dalam kotak penalti berhasil memanfaatkan umpan dari Esal Muhrom untuk menaklukkan kiper PSIM, Cahya Supriadi.
Kedua tim lantas terlibat dalam jual beli serangan yang cukup intens di sisa pertandingan.
PSIM selaku tuan rumah mencoba bermain lebih terbuka untuk mencari gol.
Sedangkan Persita lebih berusaha mengendalikan tempo dengan memperlambat jalannya laga.
Baca juga: Hasil Super League: Sonny Stevens Amankan 3 Poin Dewa United, Perijap Tak Beranjak dari Papan Bawah
Namun hingga babak pertama berakhir, skor tak berubah 0-1 bagi keunggulan Persita Tangerang.
Barulah pada babak kedua PSIM benar-benar menekan ke arah Persita Tangerang.
Mereka memasukkan Rio Hardiawan dan Andi Irfan untuk membantu mewujudkan rencana itu.
Namun rencana Laskar Mataram sempat terganggu di menit ke-84.
Pasalnya mereka malah melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti.
Salah seorang pemain PSIM menjegal Javlon Guseynov yang mencoba mendekati kotak kecil penjaga gawang.
Wasit langsung menunjuk titik putih bagi Persita Tangerang.
Keputusan itu semakin mantap setelah wasit mengecek tayangan ulang VAR terlebih dahulu.
Pablo Ganet lantas maju sebagai algojo sepakan 12 pas ini.
Sayangnya upaya Ganet menambah keunggulan bagi Persita justru gagal membuahkan hasil.
Tendangannya ke arah kiri berhasil dibaca Cahya Supriadi.
Hingga akhir pertandingan, tak ada gol yang tercipta dari kedua tim.
Kemenangan ini sangat berarti bagi Persita Tangerang.
Mereka akhirnya memutus rangkaian empat kekalahan beruntun yang mereka alami.
Sekaligus ini menjadi kemenangan perdana mereka sejak mendapatkan tiga poin dari Madura United pada awal Maret lalu.
Tambahan tiga poin ini membuat tim berjuluk Pendekar Cisadane kembali masuk ke 10 besar.
Javlon Guseynov dan kawan-kawan menempati peringkat kesembilan dengan 44 poin dari 30 pertandingan.
Baca juga: Hasil Super League, Persija Diimbangi PSIM 1-1, Asa Juara Macan Kemayoran Menciut
Sementara itu bagi PSIM Yogyakarta, kekalahan ini jelas tak menjadi pertanda baik.
Laskar Mataram memperpanjang raihan tak pernah menang mereka menjadi 7 pertandingan terakhir.
Parahnya, di dalam 7 pertandingan tersebut, PSIM mengalami 4 kekalahan.
Bahkan dalam 11 pertandingan terakhir, PSIM hanya bisa meraih satu kemenangan saja.
Satu-satunya kemenangan itu hadir saat mereka berhadapan dengan tim juru kunci, PSBS Biak.
Untungnya, PSIM masih cukup aman dari jurang degradasi.
Mereka saat ini ada di peringkat 11 dengan raihan 39 poin yang saat ini masih aman menjauhkan mereka dari zona merah.
Mereka unggul 12 poin dari Persis Solo yang duduk di peringkat ke-16 dengan 27 poin.
(Tribunnews.com/Guruh)