TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Polda Papua Barat melaksanakan simulasi latihan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalitas personel dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas, khususnya penanganan aksi unjuk rasa,
Simulasi dipantau langsung Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Alfred Papare, bersama para Pejabat Utama (PJU) sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kemampuan personel di lapangan, Kamis (30/4/2026).
Simulasi diawali dengan skenario adanya informasi intelijen terkait rencana aksi unjuk rasa di pusat pemerintahan.
Menindaklanjuti informasi tersebut, pimpinan operasi segera menggelar rapat koordinasi untuk menentukan langkah pengamanan.
Pada tahap awal, personel Dalmas dikerahkan dengan pendekatan persuasif dan humanis.
Massa digambarkan menyampaikan aspirasi secara tertib, sementara negosiator kepolisian berkomunikasi dengan koordinator lapangan.
Seiring waktu, situasi digambarkan memanas. Massa melakukan aksi dorong dan mencoba menerobos barikade.
Baca juga: Polda Papua Barat Sita Senjata Tajam dalam Operasi Pekat di Pantai Maruni Manokwari
Komandan lapangan kemudian meningkatkan status pengamanan dengan mengerahkan Dalmas lanjutan yang dilengkapi peralatan pengendalian massa.
Ketika massa bertindak anarkis dengan melempar benda keras dan merusak fasilitas umum, aparat melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur tetap.
Tim penindak mengamankan sejumlah provokator, sementara tim kesehatan memberikan pertolongan kepada korban luka dari masyarakat maupun petugas.
Simulasi ditutup dengan konsolidasi pasukan serta evaluasi oleh pimpinan operasi, dengan penekanan pada sinergi antar fungsi, kepatuhan terhadap SOP, dan penghormatan terhadap prinsip hak asasi manusia (HAM).
Plt Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Gadug Kurniawan, menegaskan simulasi ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapan personel menghadapi dinamika di lapangan.
“Dalam setiap penanganan unjuk rasa, Polri akan selalu mengedepankan pendekatan humanis, profesional, dan sesuai ketentuan hukum,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, instansi terkait, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
Melalui simulasi ini, Polda Papua Barat berharap seluruh personel memahami peran dan tanggung jawab masing-masing serta mampu bertindak cepat, tepat, dan profesional dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.