TRIBUNNEWS.COM - Timnas Uruguay kembali bersiap tampil di panggung terbesar sepak bola dunia, Piala Dunia 2026. Generasi baru La Celeste akan siap mengejutkan di Amerika Utara
Piala Dunia 2026 bakal menjadi penampilan ke-15 sepanjang sejarah Uruguay.
Bagi timnas Uruguay, Piala Dunia 2026 juga menjadi yang kelima secara beruntun sejak kebangkitan impresif dengan finis peringkat keempat pada edisi 2010.
Meski sempat mengalami fase tidak stabil di kualifikasi, Uruguay tetap mampu mengamankan tiket langsung. Performa yang naik turun tidak menghalangi mereka untuk finis di papan atas zona Amerika Selatan.
Uruguay mengakhiri kualifikasi zona CONMEBOL di posisi keempat dengan raihan 28 poin.
Federico Valverde dan kolega hanya terpaut satu angka dari Ekuador di peringkat kedua dan cukup tertinggal dari Argentina sebagai pemuncak.
Hasil impresif menjadi kunci perjalanan mereka menuju Piala Dunia 2026. Kemenangan atas Brasil di Montevideo serta keberhasilan menumbangkan Argentina di Buenos Aires menunjukkan kualitas tim ini.
Uruguay sempat mengalami penurunan performa di tengah perjalanan kualifikasi. Namun, mereka mampu bangkit di fase akhir dan memastikan tiket tanpa harus melalui jalur play-off.
Momentum positif di laga-laga krusial menjadi pembeda utama. Ketangguhan mental skuad muda mulai terlihat dalam tekanan tinggi.
Pada Piala Dunia 2026, Uruguay tergabung di Grup H bersama Spanyol, Tanjung Verde, dan Arab Saudi.
Timnas Uruguay bukan tim sembarangan.
Mereka adalah juara dunia dua kali, yakni pada 1930 dan 1950. Bahkan, mereka menjadi tuan rumah sekaligus juara di edisi perdana Piala Dunia 1930.
Edisi 1930 menjadi momen istimewa karena Uruguay menjadi tuan rumah sekaligus juara. Keberhasilan tersebut menjadi fondasi reputasi mereka di level global.
Baca juga: Legenda Timnas Uruguay: Ronaldo Tak Akan Bawa Portugal Juara Piala Dunia 2026
Salah satu kisah paling ikonik adalah kemenangan atas Brasil di final 1950. Laga itu dikenal sebagai Maracanazo yang terjadi di Stadion Maracana di hadapan lebih dari 170.000 penonton.
Uruguay telah memainkan 59 pertandingan di Piala Dunia dengan 25 kemenangan. Catatan tersebut mempertegas posisi mereka sebagai kekuatan tradisional.
Oscar Miguez menjadi pencetak gol terbanyak Uruguay di ajang ini dengan delapan gol, sementara Edinson Cavani memegang rekor penampilan terbanyak dengan 17 laga.
Uruguay kini memasuki fase transisi besar. Setelah pensiunnya dua ikon, Edinson Cavani dan Luis Suarez, skuad mengalami perombakan signifikan.
Tongkat estafet kepemimpinan kini dipegang oleh Federico Valverde yang menjadi wajah generasi baru.
Di balik perubahan ini, sosok pelatih Marcelo Bielsa menjadi kunci. Pelatih asal Argentina itu dikenal sebagai salah satu inovator taktik paling berpengaruh di sepak bola modern.
Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen ketiganya sebagai pelatih kepala, setelah sebelumnya memimpin Argentina (2002) dan Chile (2010).
Bielsa sukses membawa Uruguay lolos dengan gaya permainan khasnya, yang sering disebut Bielsa-ball, agresif, cepat, dan penuh tekanan.
Salah satu momen penting adalah kemenangan meyakinkan atas Peru di Estadio Centenario yang memastikan tiket ke putaran final.
Sepak bola Uruguay memiliki sejarah panjang yang dipenuhi sosok-sosok legendaris. Dari kapten ikonik seperti Jose Nasazzi dan Obdulio Varela yang menjadi juara dunia pada 1930 dan 1950, hingga penampilan gemilang Diego Forlan di Piala Dunia 2010, peran pemimpin inspiratif selalu menjadi kunci kesuksesan La Celeste.
Tongkat estafet kepemimpinan kini berada di tangan Federico Valverde. Gelandang berusia 27 tahun itu menjadi pusat permainan Uruguay saat ini.
Valverde dikenal sebagai pemain dengan kemampuan komplet di lini tengah. Ia mampu bertahan dengan disiplin sekaligus memberikan kontribusi dalam serangan.
Pengalaman bermain di level tertinggi bersama Real Madrid memperkaya kualitasnya. Salah satu momen penting adalah saat ia mencetak hattrick melawan Manchester City di Liga Champions.
Performa tersebut menunjukkan kapasitasnya sebagai pemain kunci. Ia diharapkan menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya di Piala Dunia 2026.
Uruguay memiliki tradisi panjang dengan figur pemimpin kuat di lapangan. Kini, harapan itu bertumpu pada Valverde untuk membawa tim kembali bersaing di level tertinggi.
15 Juni
Pukul 23.00 WIB: Arab Saudi vs Uruguay
22 Juni
Pukul 05.00 WIB: Uruguay vs Tanjung Verde
27 Juni
Pukul 07.00 WIB: Uruguay vs Spanyol
(Tribunnews.com/Giri)