Iduladha 1447 H Rabu 27 Mei 2026 Berdasar KHGT, Ketersediaan Hewan Kurban di Kalteng Aman
Nia Kurniawan April 30, 2026 07:05 PM

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA — Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Idul Adha 2026 atau Iduladha 10 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada hari Rabu Wage, 27 Mei 2026 Masehi. 

Sementara itu, Hari Arafah atau 9 Zulhijah 1447 H jatuh pada Selasa Pon, 26 Mei 2026, dan awal bulan Zulhijah dimulai pada Senin Kliwon, 18 Mei 2026.

Baca juga: Harga BBM Pertamina Hari Ini, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin: DLH Terpukul Kenaikan Dexlite

Dihitung bahwa 10 Zulhijah atau Hari Raya Iduladha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. 

Kepastian ini menjadi penting karena memberikan ruang persiapan yang lebih baik bagi umat Islam, baik dalam pelaksanaan ibadah kurban, penjadwalan kegiatan keagamaan, maupun penyelenggaraan aktivitas sosial keumatan.

Kalteng Surplus Hewan Kurban, Pemprov Pastikan Ketersediaan Aman Jelang Iduladha 1447 Hijriah

Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, ketersediaan hewan kurban di Kalimantan Tengah dipastikan dalam kondisi aman, bahkan surplus.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perternakan (TPHP) Kalteng, Rendy Lesmana mengatakan, secara umum pasokan hewan kurban di tingkat provinsi mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Kita cukup, bahkan surplus untuk Kalimantan Tengah. Hanya beberapa kabupaten yang sempat kekurangan, seperti Kotim, tapi bisa dipasok dari daerah tetangga seperti Kobar,” ujarnya kepada TribunKalteng.com, Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan, selain dari pasokan lokal, kebutuhan hewan kurban juga ditopang dari luar daerah, terutama menjelang hari raya.

“Dari lokal sebenarnya cukup, tapi biasanya menjelang hari raya banyak pelaku usaha yang mendatangkan dari luar daerah, seperti Sumbawa, Madura, dan Sulawesi,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, ia memastikan ketersediaan hewan kurban di Kalteng tidak menjadi persoalan.

“Untuk provinsi aman saja, tidak ada masalah. Ketersediaan dan kebutuhan itu aman,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan hewan kurban bantuan, termasuk dari Presiden Republik Indonesia.

“Ada 15 ekor, masing-masing kabupaten/kota mendapat satu. Rata-rata beratnya di atas satu ton, dan akan disalurkan melalui gubernur,” ungkapnya.

Di sisi lain, Rendy mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak, terutama yang didatangkan dari luar daerah.

“Yang perlu kita jaga itu terkait PMK. Untuk wilayah pintu masuk hewan kurban harus betul-betul dijaga,” katanya.

Ia menegaskan, setiap hewan yang masuk wajib dilengkapi dokumen kesehatan yang sah.

“Pastikan memiliki sertifikat atau surat kesehatan yang valid,” tambahnya.

Lebih lanjut, upaya antisipasi juga dilakukan melalui penyaluran vaksin ke seluruh wilayah kabupaten/kota.

“Pada Februari lalu kita sudah menyalurkan sekitar 5.000 dosis vaksin untuk PMK (Penyakit Mulut dan Kuku),” pungkasnya.


(Tribunkalteng.com/Iqbal Zulkarnain)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.