Bangkok dilanda panas ekstrem. Indeks panas di ibu kota Thailand tersebut untuk pertama kalinya musim ini masuk kategori bahaya ekstrem, suhu udara terasa sampai 52 derajat Celsius.
Departemen Meteorologi Thailand mengumumkan suhu udara di Bangkok diperkirakan berada pada kisaran 35 hingga 38 derajat Celsius, dengan peluang hujan badai sekitar 20%. Sementara itu, indeks panas mencapai 52 derajat Celcius.
Indeks panas merupakan pengukuran gabungan antara suhu udara dan kelembapan relatif. Nah, parameter tersebut dinilai lebih mencerminkan risiko dampak kesehatan akibat panas dibandingkan hanya melihat suhu udara.
Sejak 1 April, indeks panas di Bangkok telah berada di level bahaya, dengan suhu yang dirasakan berkisar 42 hingga 51,9 derajat Celsius. Adapun level di bawahnya adalah waspada (27-32,9 derajat Celsius) dan peringatan (33-41,9 derajat Celsius).
Pemerintah Metropolitan Bangkok (BMA) mengeluarkan peringatan pada Kamis (30/4/2026) pada pukul 07.30 waktu setempat. Warga juga wisatawan diminta menghindari aktivitas di luar ruangan pada siang hari, terutama bagi kelompok rentan.
Mengutip , BMA menyebut kelompok berisiko tinggi, yang meliputi anak-anak di bawah lima tahun, lansia di atas 60 tahun, ibu hamil, penderita penyakit kronis, serta individu dengan obesitas. Selain itu, orang yang mengonsumsi alkohol, pekerja luar ruangan, mereka yang berolahraga di luar, dan wisatawan juga diminta lebih waspada.
Untuk mengantisipasi kondisi ini, Pemerintah Thailand telah menyiapkan puluhan pusat pendinginan yang tersebar di berbagai wilayah sebagai tempat berlindung sementara dari panas ekstrem.





