Kebun Binatang Surabaya (KBS) menjalin kerja sama dengan Jepang. KBS akan meminjamkan sepasang komodo, sedangkan Surabaya bakal menerima satwa mamalia.
Direktur Operasional & Umum KBS Nurika Widyasanti mengatakan komodo yang akan dipinjamkan merupakan hasil pengembangbiakan di KBS dan telah melalui proses panjang.
"Kalau selama ini memang secara umum dulu berkembangbiak di KBS dan menjadi salah satu satwa yang berhasil dikembangbiakkan di KBS," ujar Nurika dikutip dari detikJatim, Kamis (30/4/2026).
Nurika mengatakan kendati komodo merupakan satwa berbahaya dan dilindungi, proses peminjaman sudah melalui evaluasi pemerintah pusat agar tidak mengganggu proses pengembangbiakan.
"Jadi pemerintah pusat ada kajian-kajian yang tersendiri sehingga tetap bisa mempertahankan paling tidak secara proses breeding di KBS tidak berhenti dikarenakan kedua ekor atau sepasang komodo ini nanti diberangkatkan ke Jepang," kata dia.
Kerja sama ini pun disebut bersifat sementara. Komodo akan dipinjamkan selama lima tahun dan kemudian dikembalikan ke Indonesia.
"(Komodo yang dipinjamkan) sepasang. Kurang lebih (usianya) 8 sampai 12 tahun," kata dia.
Dia juga memastikan jika komodo berkembang biak di Jepang, anaknya tetap menjadi milik Indonesia.
Terkait teknis keberangkatan komodo dari Surabaya ke Jepang, Nurika menyebut saat ini masih menunggu proses administrasi. Terkait kesiapan di Jepang, Nurika memastikan fasilitas kandang telah disesuaikan dengan kebutuhan komodo, termasuk pengaturan suhu di tengah isu cuaca ekstrem agar komodo dapat beradaptasi.
"Pak Direktur dan Pak Menteri sudah melakukan ya ibaratnya cek sarana prasarana sebelum menyetujui peminjaman tersebut. Jadi beliau sudah sampai ke Jepang, tahu sarana prasarana di sana, sudah ada pengatur suhu dan lain sebagainya," kata dia.
Sebagian satwa dari Jepang kemungkinan datang lebih dulu dalam kerjasama ini. Satwa-satwa itu rencananya dirilis ke publik pada tahun ini.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan kerja sama ini bukan pertukaran, melainkan peminjaman satwa. Menurutnya, Jepang tertarik meminjam komodo karena keberhasilan KBS dalam pengembangbiakan.
"Jadi karena kita ini berhasil dalam pengembangan biakan komodo. Maka di Jepang itu karena binatang kebun binatang terbesar reptil, mereka meminta kita untuk meminjam meminjam meminjam komodo," ujarnya.
Sebagai gantinya, KBS juga akan menerima satwa dari Jepang dengan sistem peminjaman dan pengawasan bersama.
"Dan kita akan mendapatkan pinjaman dari Jepang dan binatang, yang itu tetap penjaga masing-masing kesejahteraan satwa. Jadi kalau nanti kita satwa yang di kebun binatang, satwa kita komodo yang ada di Jepang itu tetap akan kita pantau, sama-sama dipantau," ujar dia.
Kerja sama ini disebut telah dirintis sejak 10 tahun lalu hingga terealisasi saat ini. Eri berharap program ini dapat meningkatkan daya tarik KBS bagi wisatawan.
"Dan semoga peminjaman Satwa ini bisa menaikkan animo masyarakat yang ada di Surabaya maupun di Jepang, iZoo Jepang karena di sana sudah memimpikan ada komodo sejak lama," ujarnya.
Ia juga membocorkan bahwa satwa dari Jepang yang akan datang ke Surabaya merupakan mamalia berwarna merah, namun jenisnya masih dirahasiakan.
"Jadi itu menjadi nya untuk orang Surabaya. Makanya enggak saya sebutkan dulu. Tapi yang jelas pasti warnanya merah," ujar dia.





