Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim bahwa Presiden terpilih Prabowo Subianto mengakui telah membohongi rakyat Indonesia saat masa kampanye pemilihan presiden.

Unggahan tersebut menampilkan video yang seolah-olah menunjukkan Prabowo mengakui bahwa janji kampanye yang ia sampaikan tidak benar.

Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

“Ternyata janji ini janji itu waktu kampaye itu bohong

Astaga naga, kalau pemimpin sudah berani berbohong kepada rakyat,,terus apa yg diharapkan untuk kebaikan bangsa ini”

Namun, benarkah Prabowo mengaku membohongi rakyat saat kampanye?

Unggahan yang menarasikan Prabowo mengaku bohongi rakyat saat kampanye Pilpres. Faktanya, pernyataan dalam video aslinya tidak sesuai dengan narasi judul. (Facebook)

Penjelasan:

Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi maupun pemberitaan dari sumber kredibel yang menyebut Prabowo Subianto mengakui membohongi rakyat.

Video yang beredar merupakan potongan dari tayangan Kompas TV berjudul “Prabowo Bantah Akan Naikan Gaji Guru Hingga Rp 20 juta” yang diunggah pada 21 November 2018.

Dalam konteks aslinya, Prabowo justru membantah pernah menjanjikan kenaikan gaji guru hingga Rp20 juta jika terpilih pada Pilpres 2019.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin membuat janji politik yang tidak realistis.

Dengan demikian, klaim yang menyebut Prabowo mengaku membohongi rakyat saat kampanye adalah informasi yang tidak benar atau hoaks.

Rating: Prabowo mengaku membohongi rakyat saat kampanye Pilpres

Klaim: Hoaks

Cek fakta: Hoaks! Menlu Iran sebut Prabowo pecundang

Cek fakta: Hoaks! Prabowo sebut Iran keras kepala tetapi lemah, tidak setara Israel

Baca juga: Prabowo ultimatum pejabat-ilmuwan tak patriotik untuk keluar barisan