TRIBUNPEKANBARU.COM - Rencana pencantuman wajah dan tanda tangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada paspor AS memicu polemik luas.
Sebagian pihak menilai hal ini sebagai bentuk berlebihan dalam personalisasi simbol negara, sehingga memunculkan perdebatan antara patriotisme dan kepentingan pribadi.
Rencana Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) untuk menampilkan wajah Presiden AS Donald Trump pada desain paspor terbaru menuai gelombang kecaman.
Rencana ini memicu perdebatan mengenai batasan antara patriotisme dan narsisme otoritas.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri AS secara resmi memperkenalkan desain paspor edisi terbatas untuk memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-250 negara tersebut.
Paspor tersebut menampilkan wajah Trump pada bagian sampul dalam.
Paspor tersebut menampilkan potret wajah Trump yang disatukan dengan teks Deklarasi Kemerdekaan, lengkap dengan tanda tangannya yang dibubuhkan dengan tinta emas.
Selain itu, terdapat halaman yang menampilkan gambar para pendiri bangsa saat menandatangani Deklarasi Kemerdekaan.
Pihak Gedung Putih juga telah mengunggah rencana ini melalui media sosial dengan keterangan "Patriot passport unlocked" lengkap dengan emoji burung elang botak.
Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi kepada CNN bahwa desain ini akan segera diterapkan pada lokasi tertentu.
"Paspor yang menampilkan wajah Trump akan menjadi paspor standar yang dikeluarkan oleh Kantor Paspor Washington bagi warga yang melakukan pembaruan paspor secara langsung, segera setelah tersedia," ujar pejabat tersebut.
Meski demikian, pejabat itu menambahkan bahwa opsi pembaruan paspor secara daring atau di lokasi lain akan tetap mempertahankan desain yang lama.
Baca juga: Diultimatum Donald Trump, Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Singgung Soal Jihad
Kebijakan ini memicu reaksi negatif di dunia maya. Beberapa netizen mengomentari rencana paspor tersebut dengan perilaku narsistik.
Sebagian besar publik juga menilai pemerintah seharusnya fokus pada prioritas lain yang lebih mendesak dibandingkan sekadar memajang wajah presiden pada dokumen resmi negara.
Kritik keras juga datang dari Mike Levin, anggota DPR AS daeran pemilihan (dapil) 49 California.
Levin menyoroti ambisi Trump yang juga mencoba memasukkan wajahnya ke dalam koin, uang kertas, hingga kapal perang.
"Belum pernah ada presiden menjabat yang melakukan hal ini. Koin, kartu masuk taman nasional, kapal perang, dan sekarang paspor Anda," tulis Levin.
Baca juga: Gencatan Senjata Terancam Gagal! Donald Trump Tuduh Iran Langgar Kesepakatan di Selat Hormuz
Ia menilai tindakan tersebut bukan lagi bentuk kecintaan terhadap negara, melainkan bentuk pemuasan ego pribadi.
"Pria ini tidak bisa menemukan permukaan yang tidak ia tempeli nama atau wajahnya sendiri. Ini bukan patriotisme. Ini adalah kesombongan," tegas Levin.
Melebarkan sayap Pencantuman wajah dan tanda tangan Trump pada dokumen negara ini menambah daftar panjang penggunaan nama dan citra dirinya pada berbagai fasilitas serta program federal sejak ia menjabat.
Sebelumnya, pemerintahan Trump telah mengumumkan perubahan nama sejumlah lembaga penting, sebagaimana dilansir Euronews.
Kennedy Center, yang merupakan pusat kebudayaan nasional AS di Washington, kini berubah nama menjadi Trump-Kennedy Center.
Begitu pula dengan Institute of Peace yang berganti nama menjadi Donald J Trump Institute of Peace.
Penggunaan nama Trump juga disematkan pada rencana tabungan anak (Trump Accounts), program visa (Trump Gold Card), hingga diskon obat resep (TrumpRx).
Tak hanya itu, Kementerian Keuangan AS juga mengumumkan bahwa tanda tangan Trump akan muncul pada uang kertas AS yang baru dicetak.
Hal ini menjadikan Trump sebagai presiden pertama yang masih menjabat yang tanda tangannya tertera pada mata uang kertas AS.
( Tribunpekanbaru.com / kompas )