Tim Indonesia Jadikan Hasil Asian Beach Games Sanya 2026 Modal Penting Menuju Asian Games
Hasiolan Eko P Gultom May 01, 2026 12:21 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Indonesia menutup perjuangan di Asian Beach Games Sanya 2026 dengan membawa pulang satu medali emas dan dua perak. 

Hasil tersebut membuat Indonesia finis di peringkat ke-11 klasemen akhir perolehan medali.

Tuan rumah China keluar sebagai juara umum setelah meraih 24 emas, 17 perak, dan 13 perunggu. 

Thailand berada di posisi kedua dengan raihan 10 emas, sembilan perak, dan delapan perunggu. Sementara Iran menempati posisi ketiga dengan sembilan emas dan satu perak.

Meski belum masuk jajaran papan atas, pencapaian Indonesia dinilai menjadi bagian penting dalam proses pembinaan olahraga nasional menuju ajang yang lebih besar.

Pada upacara penutupan, atlet panjat tebing Indonesia, Amanda Narda Mutia mendapat kehormatan menjadi pembawa bendera Merah Putih. 

Amanda tampil di nomor individual dan relay, serta berhasil mencapai babak 16 besar nomor individual dan perempat final relay bersama Puja Lestari.

“Saya senang dan bangga bisa mengibarkan bendera Merah Putih di closing ceremony. Semoga ini bisa menginspirasi teman-teman atlet di Indonesia,” ujar Amanda.

Amanda mengaku pengalaman tampil di Asian Beach Games menjadi pelajaran berharga bagi dirinya, terlebih ia bertanding dalam kondisi cedera.

“Pengalaman bertanding di sini sangat berharga. Sebenarnya saya berkompetisi dalam keadaan cedera, jadi dalam kondisi yang kurang baik saya bisa memberikan performa yang cukup baik. Selanjutnya saya ingin fokus pemulihan supaya ke depannya bisa tampil lebih maksimal,” terang Amanda.

Sementara itu, Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Krisna Bayu mengapresiasi perjuangan seluruh atlet dan ofisial yang telah membawa nama Indonesia di ajang tersebut.

“Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah berjuang membawa nama Indonesia di Asian Beach Games Sanya 2026. Setiap pertandingan yang dijalani menjadi bagian penting dari proses peningkatan kualitas dan mental bertanding atlet kita,” ujar Bayu.

Menurutnya, hasil di Sanya menjadi fondasi penting untuk menghadapi agenda besar berikutnya, yakni Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang akan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang.

“Kami melihat hasil ini sebagai batu pijakan. Evaluasi dan persiapan akan terus dimatangkan agar Indonesia dapat tampil lebih optimal di Asian Games nanti,” katanya.

Tim Indonesia sendiri diperkuat 22 atlet dari tiga cabang olahraga, yakni basket 3x3, voli pantai, dan panjat tebing. 

Kombinasi atlet senior dan talenta muda disebut menjadi bagian dari strategi pembinaan jangka panjang olahraga nasional.

Menutup pernyataannya, Bayu menegaskan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah medali, tetapi juga dari proses pembinaan dan kesiapan menuju kompetisi level lebih tinggi.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga konsistensi pembinaan dan memperkuat sistem. Medali adalah hasil, tetapi proses dan kesiapan menuju panggung yang lebih besar seperti Asian Games harus menjadi fokus utama kita bersama,” pungkas Bayu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.