Gubernur Sulut Genjot Hilirisasi, Perkuat Posisi Hub Ekspor Timur Indonesia: Kami Siap
Rizali Posumah May 01, 2026 12:22 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK) terus mendorong percepatan hilirisasi industri sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai hub ekspor di kawasan timur Indonesia.

Upaya tersebut ditegaskan saat Gubernur meninjau langsung Kawasan Ekonomi Khusus Bitung, Kamis (30/4/2026), guna memastikan pengembangan kawasan strategis itu berjalan sesuai arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah.

Dalam kunjungan tersebut, Yulius menegaskan bahwa KEK Bitung menjadi salah satu motor utama dalam meningkatkan daya saing investasi Sulawesi Utara, baik di tingkat nasional maupun global.

“KEK ini menjadi daya tarik utama investasi. Ketersediaan infrastruktur dan ekosistem industri yang terintegrasi menjadi faktor penentu,” ujarnya.

Ia menilai, dukungan infrastruktur dari pemerintah pusat, khususnya melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, telah memberikan dampak signifikan terhadap kesiapan kawasan.

Salah satunya terlihat dari akses jalan yang kini semakin memadai.

KEK Bitung dengan luas sekitar 534 hektare, yang sebagian asetnya milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, sebelumnya sempat dinilai kurang menarik bagi investor karena kondisi topografi perbukitan.

Namun, seiring pembenahan infrastruktur, persepsi tersebut mulai berubah.

“Sekarang sudah jauh lebih siap. Infrastruktur yang baik mengubah cara pandang investor terhadap kawasan ini,” katanya.

Hingga tahun 2026, realisasi investasi di KEK Bitung tercatat mencapai sekitar Rp10,5 triliun.

Pemerintah daerah optimistis angka tersebut akan terus meningkat seiring masuknya proyek-proyek baru di sektor industri.

Salah satu proyek strategis yang tengah disiapkan adalah pembangunan pabrik pengolahan pala sebagai bagian dari agenda hilirisasi komoditas unggulan daerah.

Selain itu, sektor perikanan juga menjadi fokus pengembangan, termasuk pembangunan fasilitas cold storage dan industri pengalengan

Di sektor logistik, layanan direct call dari Bitung ke pasar internasional seperti Jepang dan China mulai dioptimalkan.

Skema ini dinilai mampu memangkas biaya logistik serta meningkatkan efisiensi ekspor.

“Pelaku usaha kini bisa langsung mengakses pasar internasional dari Bitung. Ini membuka ruang pertumbuhan ekonomi yang lebih luas,” ujar Gubernur. (Ren)

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.