Ratusan Ribu Buruh Bakal Kumpul di Monas saat May Day 2026, Presiden Prabowo Bakal Hadir?
Januar May 01, 2026 07:14 AM

 

TRIBUNJATIM.COM - Sebanyak 400 ribu buruh akan merayakan May Day 2026 di Monas, Jakarta hari ini.

Apakah momen itu akan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto?

Dilansir dari Tribunnews.com, perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 akan berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat, pada Jumat (1/5/2026) hari ini.

Nantinya sebanyak 400 ribu orang, terdiri dari sekitar 200 ribu buruh serta tambahan massa dari kalangan ojek online (ojol) bakal menggeruduk Monas.

Lantas kemana agenda Presiden Prabowo Subianto saat May Day tahun ini?

Akankah Prabowo ikut bergabung ke Monas merayakan May Day 2026 bersama buruh?

Ataukan Prabowo punya kegiatan lain di luar Istana Kepresidenan Jakarta yang letaknya hanya di sebrang Monas?

Kompak pihak Istana dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea memastikan orang nomor satu di Indonesia itu bakal hadir merayakan May Day bersama buruh di Monas.

Baca juga: DPRD Jatim Minta Peringatan May Day 2026 di Surabaya Berlangsung Kondusif: Penuh Kesejukan 

Presiden Prabowo Hadir di Monas Pukul 08.00 WIB

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea mengungkapkan, peringatan May Day 2026 ini akan dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto.

"May Day akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Jam 8 pagi akan dilaksanakan di Monas," ujarnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026).

Massa, lanjut Andi Gani, akan mulai berkumpul pada pukul 07.00 WIB di Silang Monas.

Ia menyebut 99 persen konfederasi buruh akan hadir dalam perayaan tersebut.

Meskipun demikian, Andi Gani menyatakan penghormatan terhadap serikat pekerja yang memilih menggelar kegiatan di lokasi lain.

"Kalaupun ada kawan-kawan yang melaksanakan kegiatan lain di luar Monas, kami tetap menghormati dan menghargai sikap tersebut. Tetapi tentu tidak mengurangi hakikat persatuan dan kesatuan buruh," tuturnya. 

 

Prabowo Siapkan Kejutan 

Pada peringatan May Day kali ini, Andi Gani menyebutkan bahwa Presiden Prabowo akan memberikan kejutan istimewa bagi para buruh.

"Beliau (Prabowo) saya mendengar akan memberikan sesuatu yang istimewa untuk buruh Indonesia pada saat pidatonya tanggal 1 Mei 2026," ucapnya. 

Ia mengungkapkan, tahun ini 25 pimpinan konfederasi buruh akan hadir bersama Presiden Prabowo di panggung.

"Kalau tahun lalu hanya empat pimpinan buruh, tahun ini 25 pimpinan konfederasi buruh akan bersama-sama duduk dan berdiri bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto," imbuhnya.

 

Perayaan May Day 2026 Tanpa Uang Negara

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea memastikan, perayaan dengan jumlah massa besar tersebut tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Saya tegaskan, biaya May Day tahun ini tidak menggunakan APBN kementerian manapun, tidak ada. Tidak ada dana negara dipakai sepeser pun, saya tahu persis," tegas Andi Gani dikutip Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan, seluruh kebutuhan acara bersumber dari swadaya dan gotong royong pihak-pihak yang mendukung gerakan buruh.

"Itu berdasarkan dari tangan-tangan baik yang sayang pada pergerakan buruh Indonesia. Jadi tidak ada dana Kemnaker, dana Menko Perekonomian, atau dana apa pun," ujarnya.

Menurut Andi Gani, berbagai fasilitas seperti kaos, payung, panggung acara, hingga konsumsi peserta disiapkan tanpa keterlibatan anggaran negara.

Bahkan, Presiden Prabowo Subianto yang justru menghadiahkan kaos dan payung bagi para buruh yang hadir.

Andi Gani menambahkan, desain kaos dan payung tersebut merupakan hasil arahan langsung Presiden sejak Maret lalu, mencakup pemilihan warna hingga tulisan.

 

Prabowo Bakal Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri puncak peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Silang Monas sekaligus meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, sebagai bentuk komitmen nyata terhadap sejarah dan kesejahteraan pekerja.

Kepastian kehadiran kepala negara ini terungkap usai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, melakukan pertemuan intensif dengan Presiden Prabowo selama hampir dua jam di Jakarta.

Langkah ini menjadi catatan sejarah baru bagi gerakan buruh di Tanah Air.

"Satu hal kabar bahagia adalah Presiden Prabowo akan menghadiri May Day 2026. Beliau merupakan presiden pertama setelah Bung Karno yang bersedia datang ke perayaan May Day," ungkap Andi Gani dalam acara silaturahmi sekaligus buka puasa bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di PT NOK Indonesia,  di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (6/3/2026). 

Sehari setelah puncak May Day, tepatnya pada 2 Mei 2026, Presiden dijadwalkan bertolak ke Nganjuk untuk meresmikan Museum Marsinah.

Keberadaan museum ini dipandang sebagai pengakuan negara terhadap sejarah panjang perjuangan hak-hak buruh yang dipelopori oleh sosok Marsinah.

Selain itu, perhatian pemerintah diperkuat dengan rencana peresmian Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) KSPSI di Purwakarta pada Juni mendatang.

Andi Gani menilai rentetan agenda ini membuktikan besarnya atensi Presiden terhadap stabilitas dunia ketenagakerjaan.

 

Presiden Prabowo Bakal Respons Aspirasi Demo Hari Buruh
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman memastikan Presiden Prabowo Subianto akan merespons aspirasi yang disampaikan kelompok buruh dalam aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada Jumat (1/5/2026) besok.

Hal ini disampaikan Dudung usai menghadiri Kongres Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) ke-VI kepada wartawan di Jakarta pada Kamis (30/4/2026).

Dudung menyatakan bahwa pemerintah senantiasa terbuka terhadap masukan dari masyarakat, khususnya para kelompok buruh.

Ia menegaskan bahwa setiap aspirasi yang masuk akan ditampung untuk kemudian ditindaklanjuti oleh kepala negara.

"Saya yakin aspirasi dari buruh pasti juga akan didengar, ditampung, tentunya saya juga nanti akan hadir dan akan saya melihat dan mendengar bagaimana aspirasi mereka. Dan saya yakin Bapak Presiden pun akan merespons apa yang nanti akan disampaikan," ujar Dudung.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini juga mengimbau agar penyampaian aspirasi besok dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan. Ia berharap peringatan Hari Buruh dapat berlangsung tanpa mengganggu stabilitas keamanan nasional.

"Mudah-mudahan berjalan dengan kondusif, aman, lancar, dan kegiatan berjalan dengan baik. Saya rasa itu saja," tambahnya

Selain menyinggung soal Hari Buruh, Dudung mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap solid di tengah terpaan isu provokatif di media sosial.

Ia mengingatkan bahwa keberagaman bangsa Indonesia adalah modal utama pembangunan yang harus dijaga bersama.

“Saya yakin bahwa rakyat Indonesia ini menjunjung tinggi moralitas, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya bangsa,” ujarnya.

 

Pemerintah Berdiri Bersama Buruh
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari memastikan Presiden RI Prabowo Subianto akan menghiri langsung peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada Jumat (1/5/2026).

Adapun perayaan May Day tersebut akan digelar di Lapangan Monas, Jakarta. 

Qodari menyebut, kehadiran Prabowo dalam perayaan May Day nantinya akan menjadi cerminan kalau pemerintah berdiri bersama buruh. 

"Pemerintah ingin menegaskan satu hal, bahwa posisi pemerintah bukan berhadapan dengan buruh, melainkan berdiri bersama buruh," kata Qodari dalam keterangan resminya, Rabu (29/4/2026).

Baca juga: 20 Pantun Spesial tentang Hari Buruh Internasional 2026 Beserta Sejarah Perayaannya

Lebih lanjut, Qodari juga memastikan negara akan hadir sebagai pelindung pekerja, sekaligus penjaga keberlanjutan lapangan kerja. 

Kata dia, jelang Hari Buruh, pemerintah merasakan apa yang menjadi kekhawatiran masyarakat terutama buruh di masa yang tidak menentu saat ini.

Kata dia beragam ancaman menerpa kaum buruh mulai dari pemutusan hubungan kerja (PHK), tekanan biaya hidup, dan ketidakpastian ekonomi.

"Pemerintah mencatat dan memahami keresahan ini. Negara hadir sebagai pelindung pekerja sekaligus penjaga keberlanjutan lapangan kerja," katanya.

Menurut Qodari, kesejahteraan pekerja dan kesehatan dunia usaha bukan lah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dua sisi dari satu tujuan yang sama.

Atas hal itu, Prabowo diyakini akan mendengar seluruh keluhan dari kaum buruh tersebut pada momen May Day nantinya.

"Sebagai bentuk komitmen tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto diagendakan hadir pada puncak peringatan Hari Buruh Nasional 2026 yang akan diselenggarakan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta," tandas Qodari.

 

11 Tuntutan Buruh di May Day 2026
Said Iqbal menyatakan, dalam aksi tersebut ratusan ribu buruh tidak akan membawa tangan kosong. Setidaknya akan ada 11 tuntutan yang dibawa mereka untuk disampaikan kepada pemerintah.

"Ada 11 isu atau 11 harapan yang ingin disampaikan oleh KSPI yang didukung oleh partai buruh di dalam perayaan may day ini kepada pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintahan daerah di seluruh Indonesia," kata Said Iqbal.

Adapun beberapa poin dari 11 tuntutan tersebut kata Said Iqbal sudah turut disampaikan pihaknya saat bertemu Presiden RI Prabowo Subianto pada Selasa (28/4/2026).

"11 isu yang kami sampaikan walaupun tidak berurutan ya tapi disampaikan oleh beberapa kawan karena hadir di dalam pertemuan dengan bapak Presiden Prabowo," kata dia.

Berikut adalah 11 poin tuntutan yang akan disampaikan oleh para buruh dalam momen May Day mendatang:

Pertama, para buruh meminta agar pemerintah segera mengesahkan RUU Ketenagakerjaan yang baru.

Kedua, para buruh meminta agar pemerintah segera menghapus sistem kerja outsourcing, dan tolak upah murah (HOSTUM).

"HOS Hapus Outsourcing, TUM Tolak Upah Murah," tegas Said Iqbal.

Ketiga, para buruh menyoroti soal dampak perang antara Amerika Serikat-Israel terhadap Iran yang berpotensi menimbulkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran di Indonesia.

Mereka meminta kepada pemerintah untuk fokus terhadap isu tersebut dan menghindari terjadinya PHK massal.

"Perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang masih terus berkecamuk sehingga ancaman PHK besar-besaran akan terjadi dalam 3 bulan ke depan dan seperti yang kami sampaikan 10 perusahaan sudah berancang-ancang yang menjadi anggota KSPI akan melakukan PHK bila perang terus berkecamuk," ucap Said Iqbal.

Keempat, isu yang dibawa oleh buruh yakni reformasi pajak.

"Kami meminta pendapatan tidak kena pajak dinaikkan menjadi Rp 7,5 juta dari Rp 4,5 juta kemudian pajak THR jaminan hari tua, pesangon dan pajak jaminan pensiun dihapus," tegas dia.

Kelima, para buruh juga meminta sahkan RUU perampasan aset demi tegaknya anti korupsi.

Keenam, dalam situasi ini para buruh juga kata Said Iqbal, menyampaikan akan adanya ancaman PHK di industri TPT tekstil dan produk turunannya serta industri nikel. 

"Jadi kami minta selamatkan industri TPT dan nikel," tutur dia.

Ketujuh, para buruh juga memandang terjadinya ancaman PHK di industri semen, sebab sekarang over supply di industri semen itu over supply.

"Jadi itu kami ingin menyampaikan harapan stop atau moratorium industri semen karena sudah over supply," tegas Said Iqbal.

Kedelapan, KSPI meminta ratifikasi konvensi International Labour Organization (ILO) nomor 190 tentang anti kekerasan kepada pekerja perempuan di tempat kerja.

Kesembilan, KSPI kata Said Iqbal turut memperjuangkan pemotongan tarif ojek online atau ojol sebesar 10 persen bukan 20 persen seperti apa yang selalu dituntut oleh driver ojol.

Kesepuluh, tuntutan mereka yakni meminta pemerintah merevisi undang-undang nomor 2 tahun 2004 tentang penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang lebih berkeadilan pada buruh.

Terakhir, para buruh meminta agar status guru dan tenaga honorer yang dikenal dengan P3K paruh waktu menjadi ASN. 

"Tidak ada lagi P3K yang paruh waktu, semua harus penuh waktu," tukas dia.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.