BANJARMASINPOST.CCO.ID, BANJARBARU - Perempuan muda yang ditemukan tidak bernyawa di Jalan Seledri, Kelurahan Sungai Ulin, Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru belakangan diketahui merupakan seorang pengajar atau guru pesantren.
HN (25) merupaka seorang guru pengajar atau Mudarrisah di Pondok Pesantren (Ponpes) Muraa'tul Lughah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Selain itu, ia juga diketahui bekerja sampingingan di sebuah toko aksesoris.
Korban beralamat di Kompleks Bincau Indah II Blok N Kelurahan Bincau Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar.
Diketahui, korban biasanya pulang dari tempat kerjanya sebagai penjaga toko aksesoris sekitar pukul 19.00 Wita sudah tiba di rumahnya.
Namun, pada Rabu (29/4/2026) saksi yang merupakan orang tua sambung korban mendapat kabar dari Pihak Ponpes Muraa'tul Lughah tempat korban bekerja sebagai guru pengajar di Pondok Pesantren tersebut bahwa Korban tidak masuk mengajar dan menanyakan keberadaan korban kepada mereka.
Baca juga: Mayat Perempuan Muda di Sungai Ulin Banjarbaru Diduga Korban Pembunuhan, Polisi: Ada Luka di Kepala
Baca juga: Kronologi Temuan Mayat Perempuan Muda di Sungai Ulin Banjarbaru, Anting dan HP Korban Hilang
Belakangan, pihak toko aksesoris tempatkKorban bekerja sampingan juga melaporkan hal yang sama bahwa korban tidak ada di Toko dan hilang begitu saja.
Sebelum jasadnya ditemukan di area pohan kosong, terlebih dahulu para saksi menemukan kendaraan korban di sekitar TKP pada Rabu (29/4/2026) siang.
Baru pada malam harinya, korban ditemukan tergeletak tidak bernyawa di bawah gundukan yang ditumbuhi semak-semak. Kondisi tubuh korban saat ditemukan banyak luka dan lebam membiru.
Kasi Humas Polres Banjarbaru, Ipda Kardi Gunadi, mengatakan dari hasil pemeriskaan oleh dokter, pada tubuh korban ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Saat pertama kali ditemukan, bagian muka atau wajah korban ditutup kain. Kain itu adalah baju gamis warna cokelat milik yang dililitkan di wajahnya
Kerudung korban warna coklat yang melingkar dan diikat kuat di mulut korban dengan dua kali ikatan simpul mati.
Setelah ikatan di mulut korban dibuka, ditemukan sumpalan dimulut korban yang mana setelah dikeluarkan diketahui bahwa itu satu buah kaos kaki berwarna merah maroon milik korban yang sudah penuh bercampur dengan darah korban.
Hasil pemeriksaan autopsi, bagian tengkuk belakang kepala korban patah, hidung dan telinga mengeluarkan darah, luka lecet di bagian bibir, beberapa gigi patah, rahang bawah patah, trauma tumpul bagian kepala, hingga jempol kanan korban juga patah dan beberapa luka di area luar dan dalam tubuh lainnya.
Kardi menyebut, hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan seksual yang dialami korban.
“Tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan seksual, korban diduga meninggal dunia akibat adanya trauma tumpul yang dihantamkan keras kebagian kepala korban sehingga korban mengalami pendarahan hebat pada bagian kepala yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujarnya.
Setelah dilakukan pemeriskaan di RS Ulin Banjarmasin, jenazah korban kemudian diantar ke rumah duka untuk dikuburkan.
Hingga saat ini, kepolisian tengah melakukan proses penyelidikan terkait kasus dugaan pembunuhan perempuan muda yang juga seorang pengajar Ponpes ini.
“Untuk penanganan ditangani Polsek BBU untuk proses selanjutnya masih dalam penyelidikan gabungan Polsek Banjarbaru Utara dan Resmob polres,” pungkasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)