TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, meminta anak asuhnya tampil menekan sejak menit awal saat menghadapi PSIS Semarang dalam laga krusial Pegadaian Championship 2025/2026.
Pelatih asal Tebing Tinggi, Sumatera Utara ini menilai tim PSIS kini memiliki wajah berbeda dibanding pertemuan sebelumnya.
Menurut Ansyari, perubahan komposisi pemain serta kehadiran pelatih baru membuat PSIS tak bisa lagi dipandang dengan pendekatan lama.
“Permainan PSIS dari putaran pertama dan kedua tentu berbeda, dengan komposisi pemain yang juga berbeda. Apalagi sekarang pelatihnya baru, ada Kas Hartadi. Jadi bagaimana caranya kita bisa menekan mereka, itu yang kami tekankan ke pemain,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).
Ia juga menyoroti kualitas permainan PSIS dalam laga terakhir yang dinilai cukup impresif, terutama dalam penguasaan bola dan lini serang. Pada laga terakhir mereka menang 1-0 lawan Tornado.
“Terakhir kita lihat saat mereka lawan Tornado, kualitas mereka bagus. Mereka berani memainkan ball possession dan punya penyerang-penyerang yang bagus. Tapi kita juga punya kualitas yang sama. Jadi siapa yang bermain lebih baik, itu yang akan menang,” jelas Ansyari.
Salah satu pemain yang menjadi perhatian khusus adalah mantan striker PSIM Yogyakarta, Rafinha.
Ansyari memastikan timnya akan mewaspadai pergerakan pemain terbaik Liga 2 2024/2025 tersebut.
“Rafinha tentu kita waspadai,” tegasnya singkat.
Menjelang laga yang diprediksi berlangsung ketat dalam atmosfer penuh di Stadion Maguwoharjo, Ansyari juga percaya pada dukungan suporter PSS Sleman.
“Suporter sudah tahu bagaimana memberikan dukungan terbaik untuk kami. Apapun yang mereka lakukan, pasti untuk mendukung tim,” pungkasnya.
Kemenangan di laga pamungkas fase grup itu akan memastikan PSS Sleman promosi otomatis ke Super League musim depan.
Bila menang, Super Elja mengoleksi 56 poin dan jumlah itu tak mampu disalip tim lain meskipun Persipura juga menang di laga terakhir.
Tapi, bila imbang atau kalah, PSS akan melihat hasil laga Persipura dan juga Barito Putera.