Terungkap Cara Sopir Taksi Green SM Selamat dari Kecelakaan Kereta di Bekasi, Pintu Mobil Terkunci
Ardhi Sanjaya May 01, 2026 12:04 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Terungkap sudah sosok sopir taksi hijau yang sebabkan kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Ternyata tidak punya pengalaman.

Kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026).

Insiden yang menewaskan 16 orang penumpang tersebut bermula dari mobil taksi hijau Green SM Indonesia tertemper KRL.

Mobil tersebut mogok di tengah rel lalu tertemper KRL.

"Kejadian jam 9 kurang dimulai dengan adanya temperan taksi hijau itu di JPL 85 sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah statsiun emplasemen Bekasi Timur ini agak terganggu," kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin .

KRL yang sedang berhenti itu kemudian ditabrak dari arah belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.

"Kami menyerahkan pada KNKT untuk lebih detail mencari tahu penyebab kecelakaan pada malam hari ini," kata Bobby.

Sosok sopir taksi hijau berinisial RRP.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, RRP baru tiga hari bekerja sebagai sopir taksi hijau.

Kata Budi, RRP hanya menjalani pelatihan selama satu hari.

"Baru pengenalan dasar itu dilakukan satu hari," katanya.

Dalam kejadian RRP mengaku mengalami masalah teknis saat melintas rel kereta.

Baca juga: Dugaan Penyebab Kecelakaan Taksi Hijau dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, Human Error hingga Kendaraan

Mobil kemudian mendadak berhenti di tengah lintasan.

Ia mengaku pintu mobil pun sampai tidak bisa dibuka.

Budi mengatakan RRP sempat berusaha menghidupkan kembali mesin mobil, tapi gagal.

Sampai akhirnya ia keluar dari jendela.

"Saat kendaraan itu berhenti, tidak bisa dibuka pintu. Nah setelah dia mematikan mencoba lagi hidup baru jendela bisa keluar, sopir keluar dari jendela," katanya.

Baca juga: "Zaman Secanggih Ini Kecelakaannya Kok Gitu?", Keluh Ayah Korban Tragedi Kereta Bekasi ke Dirut KAI

Dalam sebuah beredar terungkap pengakuan sopir taksi Green SM Indonesia, RRP.

"Jalan udah gak bisa," kata sopir.

"Jadi kayak gini nih pak," tambah sopir ke polisi.

Ia menjelaskan ada sistem di mobil yang membuat mesin tidak bisa berfungsi ketika di tengah rel kereta.

"Ada stering nah ini ngunci langsung jadi kita mau jalanin gak bisa karena tadi pas posisi udah kelewat lagsung mati sendiri," katanya.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.