TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO – Seorang santriwati dilaporkan meninggal dunia setelah hanyut terbawa arus deras Sungai Serayu di Kelurahan Kalibeber, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Kamis (30/4/2026) sore.
Korban ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi tak bernyawa setelah sempat terseret aliran air sejauh dua kilometer dari titik awal kejadian.
Kronologi Kejadian di Jembatan Bondalem
Peristiwa nahas ini bermula sekitar pukul 17.38 WIB. Korban yang diketahui berinisial C, warga asal Temanggung, diduga terjatuh ke aliran sungai di area Jembatan Bondalem.
Saat kejadian, debit air Sungai Serayu dilaporkan sedang meningkat tajam akibat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.
"Korban merupakan santriwati di salah satu pondok pesantren di Kalibeber, Wonosobo," ungkap Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wonosobo, Sabarno, saat dikonfirmasi pada Jumat (1/5/2026).
Baca juga: Santri Asal Cilacap Tewas Tenggelam di Sungai Lukulo Kebumen, Sempat Hilang 3 Jam
Proses Evakuasi Dramatis
Upaya penyelamatan berlangsung dramatis di tengah derasnya arus. Tim TRC BPBD Wonosobo bersama TNI, Polri, dan relawan membagi operasi pencarian ke dalam lima titik penyisiran.
Sekitar pukul 18.51 WIB, petugas sebenarnya sempat menemukan posisi korban pada radius satu kilometer dari lokasi jatuh. Namun, evakuasi gagal dilakukan karena tubuh korban kembali terlepas dan tersapu arus sungai yang sangat kuat.
Penemuan Jasad dan Hasil Identifikasi
Setelah pencarian intensif selama beberapa jam, tim akhirnya berhasil mengevakuasi korban pada pukul 20.24 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Jasad korban ditemukan tersangkut sekitar dua kilometer dari titik awal hilangnya korban.
Baca juga: MinyaKita Mendadak Langka di Purwokerto saat Harga Minyak Goreng Melonjak
Berdasarkan pemeriksaan medis di RSUD Wonosobo dan tim identifikasi Polres Wonosobo, petugas memastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kematian murni disebabkan oleh kecelakaan air.
Pihak berwenang telah menyerahkan jenazah santriwati tersebut kepada pihak keluarga di Temanggung untuk proses pemakaman. Atas kejadian ini, warga diimbau untuk lebih waspada saat beraktivitas di sekitar bantaran sungai, terutama saat intensitas hujan meningkat yang memicu kenaikan debit air secara mendadak. (ima)