Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 6.678 personel gabungan dikerahkan untuk mengawal aksi Hari Buruh Internasional (May Day) di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto menjelaskan personel gabungan itu akan mengawal jalannya aksi penyampaian pendapat dari massa yang diperkirakan berjumlah 5.000 orang.
"Ini gabungan yang terdiri dari kepolisian 4.633 personel, TNI 1.050 personel, Pemprov DKI 95 personel, pamdal 400 personel, dan satuan kamtibmas 500 orang," kata Budi ditemui di kompleks parlemen.
Dia menjelaskan massa aksi datang dari berbagai daerah, yakni DKI Jakarta, Banten hingga Jawa Barat. Massa diimbau untuk menyampaikan pendapat dan aspirasinya dengan tertib dan tetap menjaga keamanan.
"Kami juga mengimbau kepada saudara-saudara buruh maupun seluruh komponen yang melaksanakan penyampaian pendapat untuk tidak merusak fasilitas umum," ucapnya.
Sementara itu, bagi masyarakat yang hendak melintasi area sekitar gedung DPR/MPR diminta untuk memantau informasi secara berkala karena diperkirakan akan terjadi peningkatan volume kendaraan maupun mobilisasi orang.
Masyarakat yang tidak memiliki kebutuhan mendesak juga diimbau untuk menghindari ruas-ruas jalan di sekitar gedung parlemen.
"Kita sama-sama ingin mengawal agar aspirasi dari saudara-saudara buruh ini dapat tersampaikan dengan baik, tujuan yang diharapkan dapat tercapai dengan harapan yang diinginkan," ujarnya.





