Rektor UIN RIL Dorong Lulusan Periode I 2026 Jadi Insan Ber-ISI
Endra Zulkarnain May 01, 2026 01:19 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Rektor UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL) tegaskan arah baru kampus bervisi berisi mendunia itu di prosesi Wisuda Periode I Tahun 2026. 

Perubahan dari “Bertumbuh Mendunia” menjadi “Ber-ISI Mendunia” menandai fokus kampus yang tidak hanya berkembang, tetapi juga memperkuat kualitas keilmuan, spiritualitas, dan integritas.

“Di tahun 2026 ini dunia tidak lagi sama seperti saat Ananda pertama kali menginjakkan kaki di kampus ini," katanya dalam Prosesi Sidang Senat Terbuka Program Sarjana dan Pascasarjana di GSG KH Ahmad Hanafiah, Kamis (30/4/2026).

"Kita kini hidup berdampingan dengan kecerdasan buatan, artificial intelligence yang semakin canggih,” lanjut dia di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.

Ia juga menyinggung tantangan lain yang dihadapi saat ini, mulai dari krisis iklim hingga pergeseran nilai sosial yang sangat dinamis.

Di tengah situasi itu, UIN Raden Intan Lampung disebut tetap berdiri dengan motto Intellectuality, Spirituality, Integrity.

“Kampus kita bukan sekadar deretan gedung beton. Kita adalah institusi yang menyandang predikat PTKIN, university green campus terbaik se-Indonesia,” kata Rektor.

Ia menegaskan, pada 2026 isu keberlanjutan tidak lagi menjadi pilihan, melainkan keharusan.

UIN RIL, lanjutnya, telah membuktikan bahwa integrasi ilmu keislaman dengan wawasan lingkungan dan kebangsaan tidak hanya menjadi konsep, tetapi hadir dalam praktik keseharian.

Para lulusan disebut sebagai alumni hijau dengan identitas yang kuat, yakni menggabungkan kecerdasan intelektual, kesadaran ekologis, dan nilai spiritual. 

“Kalian dididik untuk tidak hanya menjadi pintar secara kognitif, tetapi juga peduli pada ekosistem. Menjaga bumi adalah bagian dari iman,” ujarnya.

WISUDA - Rektor UIN RIL567
WISUDA - Rektor UIN RIL tegaskan arah baru kampus bervisi berisi mendunia itu di prosesi Wisuda Periode I Tahun 2026. 

Menghadapi dunia kerja dan industri yang terus berubah, Rektor menekankan pentingnya integritas sebagai pembeda manusia dari teknologi. 

“Di era algoritma bisa menulis esai, membuat gambar, hingga mendiagnosis penyakit, yang membedakan kita adalah integritas, etika, dan nilai-nilai rohani,” katanya.

Ia mengingatkan, ilmu tanpa integritas dapat menjadi bencana. Karena itu, lulusan UIN RIL dibekali konsep wahdatul ulum atau kesatuan ilmu yang tidak terpisah dari nilai-nilai ukhrawi.

Rektor juga menggarisbawahi pentingnya kejujuran dan moderasi beragama. 

“Dunia tidak kekurangan orang pintar, tapi kekurangan orang yang jujur. Jadilah penyejuk di tengah masyarakat. Tunjukkan bahwa Islam adalah agama yang merangkul dan menebarkan kasih sayang,” ujarnya.

Kepada para wisudawan, ia berpesan agar terus belajar dan tidak berhenti pada gelar yang diperoleh. “Gelar kalian adalah surat izin untuk belajar, bukan akhir dari belajar. Teruslah menjadi pembelajar sepanjang hayat,” katanya.

Rektor turut menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan wali wisudawan atas dukungan yang telah diberikan hingga para lulusan mencapai tahap ini.

Prosesi wisuda berlangsung dalam dua sesi, dipimpin oleh Ketua Senat Prof. Dr. H. Idham Kholid, M.Ag., serta disiarkan langsung melalui kanal YouTube UIN RIL.

Pada periode ini, jumlah lulusan terdiri dari 36 Program Doktor, 130 Program Magister, dan selebihnya Program Sarjana.

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 685 wisudawan, disusul Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) 430 wisudawan, Fakultas Syariah (FS) 213, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) 96.

Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) 107, Fakultas Psikologi Islam (FPI) 73, Fakultas Sains dan Teknologi 39, serta Fakultas Adab 30 wisudawan. (*)

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/rls)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.