Jakarta (ANTARA) - Sulthoni resmi menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) untuk periode 2026-2031.
Presiden LIRA Andi Syafrani mengatakan pengukuhan itu menjadi momentum penting untuk memperkuat struktur internal organisasi. Ia pun menargetkan dalam waktu dekat, kepengurusan Pemuda LIRA dapat terbentuk dan aktif di seluruh wilayah Indonesia.
"Setelah pengukuhan ini, kami berharap Pemuda LIRA di semua wilayah bisa segera terkonsolidasi. Beberapa daerah sudah terbentuk, dan selanjutnya akan kami kembangkan ke wilayah lain," kata Andi di Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat.
Menurut dia, sebagai sayap organisasi, Pemuda LIRA memiliki peran strategis dalam mencetak kader-kader unggul yang siap menjadi pemimpin masa depan.
Dia menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan demi menjaga keberlanjutan organisasi.
"Kami ingin melahirkan kader-kader yang unggul, tangguh, dan berintegritas. Tanpa kaderisasi yang kuat, organisasi tidak akan memiliki arah ke depan," ujar Andi.
Dia juga menyoroti pentingnya peran pemuda dalam pembangunan nasional, dan berharap Pemuda LIRA mampu menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial.
"Generasi muda adalah penentu masa depan bangsa. Kami ingin Pemuda LIRA bisa bersinergi dengan pemerintah, swasta, dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun kedaulatan negara yang lebih kuat," jelas Andi.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Pemuda LIRA periode 2026-2031 Sulthoni mengatakan kepengurusan baru akan difokuskan pada penguatan struktur organisasi hingga ke daerah.
Saat ini, jaringan Pemuda LIRA telah terbentuk di sekitar 20 provinsi dan 20 kabupaten/kota.
Selain Sulthoni, dalam kesempatan tersebut turut dikukuhkan Sekretaris Jenderal Rio Susanto, Bendahara Umum Idris Rifandi, serta jajaran pengurus lainnya. Prosesi ini menjadi penanda dimulainya konsolidasi organisasi Pemuda LIRA di tingkat nasional.
"Ke depan, kita akan mengaktifkan kembali DPW-DPW dan mencari calon pengurus baru di berbagai daerah. Targetnya, struktur ini bisa terisi secara merata di seluruh Indonesia," tutur Sulthoni.
Lebih lanjut, dia menegaskan Pemuda LIRA akan didorong untuk bersinergi dengan organisasi induk hingga ke level akar rumput, mengikuti struktur LIRA yang telah terbentuk sampai tingkat kelurahan.
Selain itu, organisasi juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai lembaga, termasuk Badan Pengawas Pemilu.
"Kita ingin pemuda memiliki gagasan yang bisa diberikan kepada pemerintah. Prinsipnya, pemuda harus mendukung program pemerintah yang pro-rakyat, tetapi juga tetap kritis dan berani mengingatkan jika ada kebijakan yang melenceng," ucap Sulthoni.
Dia juga mengungkapkan sejumlah kader Pemuda LIRA telah berkiprah di dunia politik, termasuk menjadi anggota DPRD.
Hal itu pun diharapkan dapat membuka jalan bagi kader lainnya untuk berkontribusi lebih luas di sektor pemerintahan maupun sektor lainnya.
"Kami ingin mengambil peran dalam membangun bangsa, sesuai dengan keahlian masing-masing, baik melalui mekanisme politik, pemerintahan, maupun bidang lain," ungkap Sulthoni.
Di sisi lain, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja mengajak Pemuda LIRA untuk menjadi mitra strategis dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
"Saya minta DPP Pemuda LIRA menjadi sahabat Bawaslu untuk mengawal demokrasi dan proses Pemilu yang baik di Indonesia," pungkas Rahmat.





