Nursiti Amad Nenek 74 Tahun Calon Haji Tertua dari Manado, Sabar Menabung dari Jualan Nasi Kuning 
Chintya Rantung May 01, 2026 01:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - "Ya Allah, Tuhan saja yang tahu," ujar Nursiti Amad, nenek 74 tahun sambil terisak. 

Hatinya dipenuhi syukur. Penantian bertahun-tahun hampir terwujud. 

Nenek Sitti satu di antara 125 calon haji Manado yang dilepas pemerintah kota pada Jumat 1 Mei 2026 pagi. 

Butuh 11 tahun lebih baginya untuk menjadi calon haji. Ia mendaftar porsi haji pada tahun 2015 silam. 

Dimulai dari ikhtiar, Siti menanti waktu keberangkatan dalam niat dan kesabaran. Doa-doa tentu terus ia panjatkan. 

Untuk melunasi biaya ibadah ini, Siti rutin menabung setiap rupiah dari jualan nasi kuning saban hari. 

"Pokoknya saya tabung-tabung saja. Sampai sudah lupa berapa uangnya. Alhamdulillah, katanya pas giliran, uangnya ada," kata warga Ternate Tanjung, Kecamatan Singkil. 

Meskipun usia tidak muda lagi, niat Nenek Nursiti bulat.

Ia mengakui mengidap beberapa penyakit seperti gula dan asam urat. 

"Saya yakin, doa dan harapan adalah obat yang paling mujarab," katanya ibu empat anak ini. 

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Manado, Fahrin Pole mengatakan, jemaah kloter 1 akan berangkat ke Embarkasi Balikpapan pada Sabtu 2 Mei 2026 pagi. 

Jemaah haji dari Manado kloter 1 akan bertolak ke Tanah Suci pada Minggu 3 Mei 2026.

Selain dari Manado, kloter 1 terdiri dari sepuluh calon haji dari Tomohon dan sepuluh calon haji dari Kepulauan Sangihe. 

Fahrin bilang, pihaknya tak henti mengingatkan calon haji menjaga kesehatan. Pasalnya dari 125 calon haji Kota Manado, 60 persen di antaranya lanjut usia. 

"Kami minta jaga kesehatan. Sebab penentuan berangkat tidaknya pada saat pemeriksaan kesehatan terakhir di Embarkasi Balikpapan," ujar Pole. (ndo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.