UPDATE Kasus Kuli Bangunan Tewas Dibacok di Wonokusumo Surabaya, Polisi Buru Pelaku
Titis Jati Permata May 01, 2026 01:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Anggota Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sedang memburu pelaku pembacokan terhadap mantan TKI yang bekerja sebagai kuli bangunan, Hasan (37) di Jalan Wonokusumo Jaya Baru Gang 2, Pegirian, Semampir, Surabaya, Rabu (29/4/2026) pagi. 

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKP Muhammad Prasetyo mengatakan, pihaknya sejak hari kejadian sudah memeriksa para saksi. 

Mulai dari saksi pihak keluarga korban, saksi di lokasi kejadian, dan menghimpun alat bukti rekaman CCTV atau petunjuk lainnya.

Polisi Lakukan Olah TKP

Bahkan, personilnya masih melakukan olah TKP hingga Kamis (30/4/2024) siang, guna memburu pelaku dalam kasus penganiayaan dan pembacokan terhadap korban.

Baca juga: BREAKING NEWS Kuli Bangunan Tewas Dibacok di Wonokusumo Jaya Baru Surabaya

"Masih berproses ya. Para saksi sejak kemarin sudah kami periksa. Tim kami masih bekerja sampai saat ini, minta doanya semoga lekas terungkap," ujarnya saat ditemui awak media seusai Konferensi Pers bersama Ditreskrimsus Polda Jatim, di depan Gedung Mahameru Mapolda Jatim, pada Kamis (30/4/2026). 

Barang Bukti yang Diamankan

Kemudian, Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Iptu Suroto mengatakan, korban mengalami luka sobek akibat sabetan senjata tajam pada bagian paha sebelah kanan.

Kemudian barang bukti yang diamankan, satu termos berisi kopi, dua unit sarung penutup celurit, dan topi.

"Kami masih melakukan penyelidikan. Mohon waktu, semoga lekas terungkap," ujarnya saat dihubungi SURYA.co.id.

Cerita Kakak Kandung Korban

Sementara itu, kakak kandung Hasan, Hotimah (43) mengatakan, berdasarkan cerita para tetangganya, pelaku yang menghabisi nyawa sang adik diperkirakan berjumlah empat orang. 

Tapi, ada yang menyebutkan jumlah pelaku berjumlah dua orang.

Salah satu pelaku berpostur tubuh besar dan satu pelaku lainnya berpostur tubuh kurus.

"Katanya orang ada 2. Saya enggak tahu, kan saya ada di sini. Satunya, lemu (gendut). Satunya kurus. Iya ada yang bilang, 4 orang. Tapi aslinya 2 orang boncengan," ujarnya saat ditemui SURYA.co.id di kediamannya RT 15.

Berharap Polisi Bisa Menangkap Pelaku

Hotimah mengaku pasrah dengan nasib yang dialami adik bungsu dari lima bersaudara itu.

Hanya saja ia berharap polisi bisa segera menangkap para pelaku dan memberi hukuman setimpal.

"Ya pasrah pak, bingung. Sudah takdir adikku. Nasib dia," pungkasnya. 

Sarung Pembungkus Celurit

Lalu, Saksi warga Siswanto (62) mengatakan, Polisi menemukan sarung pembungkus celurit yang tergeletak di dekat jenazah korban. 

Kemudian, benda tersebut diamankan untuk menjadi barang bukti penyelidikan kasus kriminal yang menggegerkan permukimannya. 

"Pakai celurit. Selongsongannya dibawa anggota Polres," ujarnya saat ditemui SURYA.CO.ID di lokasi

Kemudian, mengenai jumlah pelakunya, Siswanto mengungkapkan, pelakunya empat orang. 

Setelah beraksi, mereka kabur ke arah timur menyusuri gang sepanjang rel perlintasan kereta api yang membelah permukiman tersebut. 

"Pelakunya lari ke arah sana (timur), naik motor. Jumlahnya 4 orang. Iya 2 motor 4 orang," pungkasnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.