TRIBUN-MEDAN.com - Inilah sosok ASN bakar kantor Dishub Babel.
Pelaku kecewa kenaikan pangkat ditunda.
Ia pun sempat mengancam kepala dinas.
Baca juga: RESPONS Kepala BGN Soal Protes Gaji Pencuci Piring MBG Rp3,5 Juta dan Guru Cuma Rp800 Ribu
Peristiwa kebakaran Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terjadi pada Rabu (29/4/2026) malam sekitar pukul 18.10 WIB.
Api melalap salah satu ruangan di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Bangka Belitung yang berada di kompleks perkantoran Gubernur Babel.
Kobaran api yang membesar sontak membuat panik pegawai dan warga di sekitar lokasi.
Baca juga: Mantan Menantu Ternyata Jadi Perampok Dimaris Sitio, Sang Anak Sempat ke Rumah Ibunya Sebelum Tewas
Asap hitam terlihat membumbung tinggi dari bagian gedung yang terbakar.
Sejumlah pegawai yang masih berada di area perkantoran langsung berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.
Warga yang melintas di sekitar lokasi juga ikut berhenti untuk menyaksikan proses pemadaman.
Tidak lama setelah laporan diterima, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi.
Pemicu awal terbakarnya Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terungkap.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, M. Haris, mengungkapkan bahwa aksi pembakaran kantornya merupakan buntut dari tertahannya kenaikan pangkat seorang oknum ASN.
Motif pengancaman hingga pembakaran ini diduga bermula dari langkah Haris yang menahan berkas kenaikan pangkat pelaku sebagai pembinaan disiplin.
"Berkas kenaikan pangkatnya saya kembalikan, karena saya ingin melakukan pembinaan terlebih dahulu," ungkap Haris saat menjelaskan alasan di balik ketegangan dengan stafnya tersebut, Kamis (30/4/2026).
Baca juga: Resep Gulai Ikan Kakap yang Siap Menggoyang Lidah Penikmatnya
Haris membeberkan, berdasarkan laporan, oknum ASN tersebut sudah lama tidak masuk kantor secara efektif dan hanya datang untuk melakukan absensi pagi serta siang saja.
"Berdasarkan laporan, yang bersangkutan sudah lama tidak masuk kantor secara efektif, hanya datang untuk absen pagi dan siang saja, setelah itu menghilang," tegas Haris.
Tindakan disiplin tersebut diduga memicu kemarahan pelaku yang kemudian mengunggah ancaman pembunuhan terhadap Haris serta rencana membakar kantor melalui media sosial Instagram.
Haris mengaku telah mendeteksi niat jahat tersebut sebelum Kantor Dishub Babel akhirnya benar-benar dilahap si jago merah pada Rabu (29/4/2026) malam.
Baca juga: Resep Gulai Ikan Kakap yang Siap Menggoyang Lidah Penikmatnya
"Tadi malam saya sudah melapor terkait ancaman yang dilakukan oleh staf saya melalui Instagram. Disitu tertulis jelas ancaman untuk membunuh saya dan membakar kantor," kata Haris.
Ia menegaskan bahwa insiden yang menghanguskan ruang kerjanya bukanlah kecelakaan biasa, melainkan aksi yang disengaja sesuai dengan ancaman yang diterima sebelumnya.
Haris juga telah menyerahkan bukti berupa tangkapan layar unggahan Instagram serta rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik pelaku hendak membakar kantor.
"Ada postingannya, kami ada video rekaman CCTV dia (diduga pelaku) mau bakar Kantor dan mengancam. Ini masih diambil rekamananya," jelas Haris saat melapor ke Polda Babel.
Dalam kasus ini, terrduga pelaku akhirnya berhasil ditangkap oleh tim Polda Bangka Belitung di Desa Nyelanding, Bangka Selatan, pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.
Haris mengonfirmasi penangkapan tersebut dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib karena menyangkut pengrusakan aset negara.
"Karena ini adalah aset negara yang terbakar, saya serahkan sepenuhnya proses ini kepada pihak Polda untuk ditangani sesuai hukum yang berlaku," tutupnya.
Ancaman di Instagram Jadi Petunjuk Awal Polisi
Aparat Kepolisian Daerah (Polda) Bangka Belitung berhasil menangkap seorang pria yang diduga terlibat dalam aksi pembakaran kantor pemerintahan tersebut.
Penangkapan dilakukan pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari di wilayah Nyelanding, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan.
Informasi mengenai penangkapan itu langsung menyita perhatian publik.
Pasalnya, sebelumnya kebakaran yang terjadi di Kantor Dishub Babel sempat menimbulkan berbagai spekulasi, mulai dari dugaan korsleting listrik hingga kemungkinan adanya unsur kesengajaan.
Namun setelah polisi bergerak cepat dan mengamankan seorang terduga pelaku, dugaan aksi pembakaran dengan unsur kesengajaan semakin menguat.
Meski demikian, hingga kini pihak kepolisian belum mengungkap secara rinci identitas terduga pelaku maupun kronologis penangkapan.
Pihak Polda Babel juga masih melakukan pendalaman terkait motif yang melatarbelakangi aksi tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bangka Belitung, M. Haris, membenarkan adanya penangkapan terhadap terduga pelaku pembakaran.
Saat dikonfirmasi, Haris mengaku telah menerima kabar bahwa seseorang yang diduga terkait kebakaran kantor sudah diamankan aparat kepolisian.
“Ada pagi tadi dikabar, sudah diamankan,” kata Haris.
Meski begitu, Haris mengaku belum mengetahui detail terkait proses penangkapan maupun motif yang mendasari aksi pembakaran.
Ia hanya menduga terduga pelaku merupakan salah satu staf di lingkungan Dishub Babel.
“Yang kemarinlah (staf), tapi belum tahu kronologis pastinya karena saya masih di rumah,” ujarnya.
Pernyataan Haris pun membuat publik semakin menaruh perhatian terhadap hubungan internal di lingkungan Dishub Babel.
Pasalnya, sebelum kebakaran terjadi, Haris diketahui sempat melaporkan dugaan ancaman yang diterimanya dari seorang bawahan.
Salah satu fakta yang kini menjadi sorotan adalah adanya ancaman melalui media sosial Instagram sebelum kebakaran terjadi.
Haris mengungkapkan, beberapa waktu sebelum api melalap kantor Dishub Babel, dirinya menerima ancaman serius dari salah satu staf.
Ancaman itu bahkan secara terang-terangan menyebutkan niat untuk membunuh dirinya dan membakar kantor Dishub.
“Tadi malam saya sudah melapor terkait ancaman yang dilakukan oleh staf saya melalui Instagram. Di situ tertulis jelas ancaman untuk membunuh saya dan membakar kantor,” ungkap Haris.
Menurut Haris, ancaman tersebut tidak dianggap sepele sehingga dirinya langsung membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.
Bukti berupa tangkapan layar percakapan dan unggahan media sosial juga telah diserahkan kepada penyidik sebagai bahan penyelidikan.
Kini, bukti ancaman tersebut menjadi salah satu petunjuk penting dalam pengungkapan kasus kebakaran Kantor Dishub Babel.
Diduga Dipicu Masalah Kedisiplinan Pegawai
Haris juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengambil tindakan pembinaan terhadap staf yang diduga terlibat.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengembalikan berkas kenaikan pangkat pegawai tersebut.
Menurut Haris, keputusan itu diambil karena pegawai yang bersangkutan dinilai tidak disiplin dalam bekerja.
“Berkas kenaikan pangkatnya saya kembalikan, karena saya ingin melakukan pembinaan terlebih dahulu,” kata Haris.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan laporan yang diterimanya, staf tersebut disebut sudah cukup lama tidak bekerja secara efektif.
Pegawai itu disebut hanya datang ke kantor untuk melakukan absensi pagi dan siang, kemudian meninggalkan kantor tanpa menjalankan tugas sebagaimana mestinya.
“Berdasarkan laporan, yang bersangkutan sudah lama tidak masuk kantor secara efektif, hanya datang untuk absen pagi dan siang saja, setelah itu menghilang,” jelasnya.
Haris menegaskan bahwa langkah pembinaan yang dilakukan semata-mata untuk menjaga kedisiplinan aparatur sipil negara di lingkungan Dishub Babel.
Namun dirinya tidak menyangka persoalan tersebut diduga berujung pada ancaman hingga kebakaran kantor.
(*/ Tribun-medan.com)