Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti
TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA --Korban pemutusan hubungan kerja (PHK) juga hadir dalam peringatan Hari Buruh yang berlangsung di Lapangan Monas, Gambir, Jakarta Pusat.
Salah satunya Abdul Gafur (50) warga Pesanggrahan, Jakarta Selatan, turut meramaikan peringatan Hari Buruh 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026).
Abdul Gafur bersama istrinya Imas (45) rela datang ke Monas demi mendapatkan sembako di Peringatan Hari Buruh 2026.
Keduanya datang sejak pagi dan ikut mengantre untuk mendapatkan paket sembako yang dibagikan di lokasi.
Abdul mengaku tiba di Monas sekitar pukul 08.00 WIB. Ia datang bersama istri dan sejumlah kerabat dengan menggunakan sepeda motor secara beriringan.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengantre sekitar 30 menit untuk memperoleh paket sembako yang dikemas dalam tas putih bertuliskan “Istana Kepresidenan Republik Indonesia”.
Isi paket tersebut terbilang cukup lengkap untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari sarden, teh kotak, kopi, susu, margarin, beras seberat 2,5 kilogram, hingga gula pasir seberat satu kilogram.
“Antreannya sekitar setengah jam. Kalau di pintu masuk padat, tapi makin ke dalam antreannya lebih cepat karena banyak titik pembagian,” ujar Abdul saat ditemui Wartakotalive.com di lokasi.
Menurutnya, pembagian sembako dilakukan secara tertib dengan sistem penandaan tinta pada tangan untuk mencegah pengambilan lebih dari satu kali.
Ia menyebut seluruh pengunjung yang hadir memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan bantuan tersebut selama mengikuti antrean.
“Semua yang datang bisa dapat, nanti tangan dicap tinta supaya tidak ambil dua kali,” katanya.
Abdul mengetahui adanya kegiatan peringatan Hari Buruh ini dari ajakan teman. Ia pun memutuskan untuk ikut tanpa banyak pertimbangan.
Selain warga Jakarta, ia juga melihat adanya rombongan dari sejumlah daerah di Jawa Barat seperti Bandung, Garut, dan Ciamis yang turut hadir.
“Dari Kebayoran sudah ketemu rombongan, terus di Setiabudi tambah lagi. Kalau lihat ke belakang, banyak sekali,” ungkapnya.
Abdul mengungkapkan bahwa dirinya baru saja beralih profesi menjadi wiraswasta setelah terkena pemutusan hubungan kerja akibat efisiensi pada akhir tahun lalu.
Kini, ia menjalankan usaha warung jajanan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Baru akhir tahun kemarin kena efisiensi. Sekarang dagang warung jajanan,” tuturnya.
Sementara itu, sang istri, Imas, sehari-hari sebagai ibu rumah tangga dan turut mendampingi Abdul dalam kegiatan tersebut.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto didampingi sejumlah pimpinan organisasi-organisasi buruh menyapa para buru dalam May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Baca juga: Detik-detik Prabowo Buka Baju di Tengah Perayaan Hari Buruh
Dalam pidatonya, Prabowo menyebutkan pemerintah telah membuat kebijakan pro buruh. Salah satunya dengan denga. mengangkat Marsinah sebagai pahlawan nasional.
“Dan bulan ini juga saya akan berangkat ke Nganjuk Jawa Timur, untuk meresmikan museum perjuangan buruh yang diberi nama museum Marsinah,” ucap Prabowo.
Selain itu, pemerintah juga mensahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) setelah 22 tahun.
“UU PPRT belum pernah ada, selama ini pekerja-pekerja rumah tangga entah dibayar upah berapa, tidak jelas. Sekarang, pertama kali dalam sejarah NKRI kita sahkan UU PPRT,” kata dia.
Prabowo juga mengaku sudah mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2026, Tentang Pembentukan Satuan Tugas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja dan Kesejahteraan Buruh.
“Jangan khawatir, kita akan membela kepentingan buruh yang diancam PHK, kita akan membela dan kita akan melindungi. Kalau ada pengusaha yang menyerah, jangan khawatir negara kita kuat,” tuturnya.(m27)